Memaparkan catatan dengan label pengajaran.renungan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label pengajaran.renungan. Papar semua catatan

Jumaat, 17 Jun 2011

LUAHAN HATI SEORANG LELAKI


Kami sulit menahan pandangan mata kami
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan Allah
kecantikan dan postur yand ideal,
kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian,
kerana itu lebarkanlah serta longgarkanlah pakaian kalian
dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.



Kami sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan oleh Allah
suara yang merdu dengan irama yang mendayu
kerana itu tegaskanlah suara kalian
tatkala berbicara di berhadapan dengan kami
dan berbicaralah seperlunya sahaja.


Kami juga sulit menahan
bayangan-bayangan hati kalian,
ketika kalian dapat menjadi
tempat untuk dicurahkan segala isi hati kami,
waktu luang kami kadangkala akan sering terisi
oleh bayangan-bayangan kalian,
kerana itu janganlah kalian membiarkan kami
menjadi curahan hati bagi kalian


Kami tahu kami insan lemah
bila harus berhadapan dengan kalian,
kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh
hanya dengan senyum kalian,
hati kami akan bergetar
ketika mendengar dan melihat kalian menangis.


Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,
maka jagalah amanah itu
jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan-Nya.


Maha Besar dan Maha Suci Allah yang tahu
akan kelemahan hati kami ini,

hanya dengan ikatan yang suci dan yang diredhai-NYA,
kalian akan menjadi halal bagi kami.


"LAlu apa yang telah aku lakukan selama ini..YA Rabb, ampunilah daku.
Untuk setiap pandangan yang tak terjaga,
untuk iman yang tak dipelihara,
lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab,

Ya Rabb, Engkaulah mengawasi kami setiap detik,
kerana kasih sayangMu ya Allah kepada kami,
Engkau perintahkanlah malaikan silih berganti
menemani kami siang dan malam
agar iman kami dapat dijaga.



SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs









~ HIDUP SEHAT TANPA KEDENGKIAN ~


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillaah…..
Segala puji bagi Allah Swt, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi

Muhammad Saw. Di malam yang hening ini teriring do'a dan salam untuk sahabat semua di manapun berada yang

senantiasa dalam lindungan Allah, semoga sukses meraih cita, sukses dalam melaksanakan tugas kita sehari-

hari...Aamiin…

Sahabat,

Orang yang memiliki jiwa dengki akan merasa senang apabila melihat kenikmatan atau kebahagiaan sirna dari diri

orang lain. Ia akan merasa puas dan senang hati apabila orang lain dalam kondisi terpuruk dan kesulitan, bahkan

tidak jarang ia selalu usil dengan terus berusaha menjatuhkan orang lain kedalam kesulitan.

Orang yang dengki tidak pernah mengenal istilah utang budi atas jasa-jasa orang lain, ia merasa bahwa dirinya

telah melalui segalanya oleh tangannya sendiri

Kita harus berhati-hati dengan perasaan dengki, rasa dengki yang tumbuh dan terus berkembang didalam diri kita

hanya akan menunjukan segala kekurangan dan aib-aib kita sesungguhnya, yang membuat orang lain semakin

membenci kita. Sebuah peribahasa mengatakan Apa yang keluar dari mulut botol itulah isi botol, maka ketika

yang keluar dari lisan kita adalah ungkapan-ungkapan yang menghujat dan menjatuhkan kebaikan-kebaikan orang

lain dengan menyampaikan tentang keburukan-keburukannya, maka tidak ubahnya keburukan itu sendiri

merupakan cerminan sesungguhnya tentang diri kita.

Seorang pendengki sebetulnya telah menjatuhkan dirinya terlebih dahulu kedalam lubang kehinaan sebelum ia

menjatuhkan orang yang didengkinya (yang belum tentu rugi). Rasa dengki sangat berikatan mesra dengan rasa iri

hati, rasa iri hati sendiri akan mengakibatkan kesuraman yang berawal dari hati dan akan nampak pada wajahnya.

Rasa dengki berasal dari butanya hati, sehingga hati (dirinya) merasa yang paling benar. Hati yang telah buta akan

selalu menolak terhadap rahmat dan segala petunjuk Allah SWT. Kebutuhan hati dan penolakan terhadap rahmat

Allah menurut para ulama disimbolkan sebagai dua cincin kekafiran (naudzubillah). Dengan kedengkian yang terus

dipelihara, maka anak Adam bukan tidak mungkin akan terus menjadi mangsa kesedihan atau bahkan kutukan

abadi yang sulit diselamatkan.

Seorang pendengki selalu lemah dan rapuh baik fisik maupun mentalnya, seorang pendengki tidak akan pernah

mendapatkan kebahagiaan. Hatinya penuh derita dan kelelahan karena terus dikuasai oleh kehausan dendam.

Dan orang yang dengki tidak akan pernah mendapatkan ketenangan.

Sampai kapanpun syetan yang terkutuk akan terus menggiring kita pada sifat yang sangat tercela, yaitu dengki.

Semoga Allah terus menjaga diri kita dari godaan syetan yang terkutuk.

Pesan-pesan :

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi

(saling berpaling), dan janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

(H.R. Muttafaq ‘alaih)

“Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan

(menghancurkan) kayu bakar.” (H.R Abu Dawud).

Rasulullah Saw juga telah bersabda kepada Ibnu Abbas ra; "Ketahuilah, bahwa meskipun sekelompok orang

telah bersepakat untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan mampu memberikannya

kecuali dengan apa yang telah ditetapkan Allah. Dan meskipun mereka bersepakat untuk mencelakakanmu, maka

mereka tidak akan dapat mencelakakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan untukmu. (HR. At-

Tirmidzi)

Jangan lupa selalu berdoa kepada Allah Swt, mohon kesabaran dan kekuatan untuk bisa introspeksi diri sendiri

supaya dijauhkan dari sifat pendengki dan dalam menghadapi orang-orang yang pendengki.

Satu hal, Pendengki tidak akan pernah sukses dalam hal apapun”
Wallahu A’lam.


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami

dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang

yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10).
******

Maaf, bila ada salah kata dalam penulisan ini mohon di ingatkan, semoga bermanfaat, Aamiin…

Selamat pagi, selamat beraktivitas, keep istiqomah wa hamazah, keep ukhuwah fillah…

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs

Khamis, 9 Jun 2011

Wanita Soleha : BIDADARI TERINDAH DI SYURGA.......


Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada
(hanan)
***
Pernahkah saudara-saudara melihat seorang bidadari? Bidadari yang bermata jeli. Yang kabarnya sangat indah dan jelita. Saya yakin kita semua belum pernah melihatnya. Kalau begitu mari kita ikuti percakapan antara Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha tentang sifat-sifat bidadari yang bermata jeli.
—-
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)


Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”

Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanitadunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”


Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.
Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.
Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.

Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.

Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu


SUMBER:
SOMEONE
CintaAllahCintaAbadi@group/DOCS

Isu Umat, Persoalan Iman


Isu palestin adalah isu umat, bukan sekadar isu bangsa atau negara. Malangnya, isu ini sekejap timbul sekejap tenggelam. Seolah-olah melambangkan keadaan umat yang sedang terumbang-ambing.

Suatu ketika, isu Palestin menjadi hangat di tanah air kita sebelum ia dilupakan kembali. Media mencanang isu ini hampir setiap hari. Apabila ditanya pendapat orang awam, ramai sekali berkata, “Kita perlu ambil iktibar dan bersyukur kerana negara kita aman.”

Saya kurang berpuas hati dengan respon begitu. Saya ingin sekali bertanya kembali, “Apakah mereka sedar isu Palestin kini menjadi petunjuk kegagalan umat yang sangat dahsyat?”

Ia adalah kegagalan kita mempertahankan maruah agama. Kegagalan kita bersatu atas dasar ukhwah Islamiyyah dan segala macam lagi kegagalan. Pendek kata isu Palestin kini adalah tentang kegagalan kita.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara” (al-Hujurat:10)

“Seorang mukmin bagi mukmin yang lain ibarat satu bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya.” (Muttafaq alaih)

Lebih penting lagi ia turut melibatkan persoalan iman. Kepedulian terhadap isu Palestin dan keadaan umat Islam di seluruh dunia sebenarnya mencerminkan iman di dalam dada.

“Sesiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia tidak termasuk golongan mereka (iaitu kaum Muslim).” (HR. Thabrani)

“Perumpamaan orang-orang beriman, dalam saling mencintai, saling menyantuni sesama mereka adalah laksana satu kesatuan tubuh. Apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh tubuh akan turut merasakannya.” (HR. Muslim)

“Kamu tidak akan masuk ke dalam syurga sehingga beriman dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai.” (HR. Muslim)

Ringkasan Sejarah Palestin

Permulaan Sejarah

Sejarah Palestin telah bermula sejak zaman nabi Ibrahim a.s lagi. Nabi Musa a.s dan bani Israel mula mendiami tanah Palestin setelah dikejar oleh Firaun dan bala tenteranya di Mesir.

Dalam surah al Baqarah, kita boleh membaca kisah Talut dan Jalut yang berlaku selepas kewafatan Nabi Musa. Selepas Talut menawan kembali tanah Palestin daripada kekuasaan Jalut, tampuk pemerintahan Palestin diteruskan oleh nabi Daud a.s sebelum diambil alih oleh nabi Sulaiman a.s.

Selepas itu, tanah Palestin dijajah oleh kerajaan Rom dan bani Israel yang kebanyakan telah kafir diusir. Kemudian, nabi Isa a.s diutus. Setelah berlalunya masa, ajaran nabi Isa telah dipesong sebelum dipesongkan lagi oleh St. Paul dan sekutunya sehingga dikenali hari ini sebagai agama Kristian.

Selepas Zaman Nabi Muhammad s.a.w

Selepas kewafatan nabi Muhammad s.a.w pada 632 M, kerajaan Islam semakin berkembang dan tanah Palestin berjaya dibebaskan daripada kerajaan Rom. Namun sekitar 1000 M, tentera Salib telah menawan semula tanah Palestin dan menguasai tanah suci tersebut selama hampir 200 tahun.

Keaadaan kekal sehingga muncul Salahuddin Al Ayyubi. Beliau menyatukan bangsa Arab yang ketika itu berpecah-belah, seterusnya membawa tentera Islam menyerang kembali Palestin. Akhirnya, pada sekitar tahun 1187, ibu negara Palestin berjaya dibebaskan.
Sejak itu Palestin kekal di bawah pemerintahan Islam dengan aman damai. Kerajaan Islam berkembang luas sehinggalah pada era kerajaan Turki Uthmaniyyah yang mula mengalami kejatuhan pada abad ke- 19.

Abad 20

Selepas tercetusnya Perang Dunia Pertama, kerajaan Turki Uthmaniyyah diserang bertubi-tubi oleh pakatan Britain-Perancis-Rusia. Kerajaan Turki Uthmaniyyah mula porak-peranda ditambah lagi masalah dalaman yang semakin meruncing. Pada tahun 1918, Britain menakluki Istanbul yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan Turki Uthmaniyyah.

Akhirnya pada tahun 1919, Perang Dunia Pertama tamat. Kerajaan Turki Uthmaniyyah kehilangan kawasan-kawasan naungannya, termasuklah tanah Palestin. British dan Perancis mula menjajah tanah-tanah umat Islam lain. Ketika inilah wujudnya negara bangsa apabila sempadan-sempadan negara diwujudkan memisahkan sempadan agama.

Pada tahun 1922, sebuah satu persidangan diadakan dan telah membuat beberapa tuntutan antaranya sistem khalifah ditamatkan, khalifah mestilah dibuang negeri, harta khalifah dirampas, dan kerajaan Turki baru akan ditubuhkan atas dasar sekular. Pada 3 Mac 1924, sistem khalifah ditamatkan secara rasmi.

Pada tahun 1948, Britain berundur dari Palestin akibat kerugian yang besar dalam Perang Dunia Kedua. Dalam Perang ini, Pemerintah Jerman ketika itu, Adolf Hitler melaksanakan dasar penghapusan etnik yang mengakibatkan ramai Yahudi Eropah terbunuh.

Amerika Syarikat telah memainkan peranan penting dalam penubuhan negara haram Israel. Pada 16 Mei 1948, kerajaan sementara Israel ditubuhkan di Palestin dengan sokongan PBB. Presiden Amerika ketika itu, Harry Truman menyokong sepenuhnya penubuhan Israel, maka wujudlah penempatan Israel di tanah Palestin sehingga kini.

Ketika itu, semakin ramai Yahudi berpindah ke Amerika kerana dasar luar negara itu yang membuka pintu kepada mereka. Yahudi di Amerika diterima dengan tangan terbuka, bantuan dan pekerjaan diberikan kepada mereka atas dasar belas kasihan. Dari situlah, Yahudi di Amerika berkembang sehingga menguasai ekonomi dan pentadbiran Amerika sekarang.

Palestin Sekarang

Hari ini Israel begitu bermaharajalela membunuh umat Islam di Palestin dalam usaha untuk meluaskan sempadan negara haramnya. Keadaan bertambah buruk apabila umat Islam lain hanya mampu melihat tanpa dapat berbuat apa-apa melainkan sedikit.

Selepas kerajaan Khalifah Islam ditumbang musuh, tiada lagi kerajaan yang benar-benar berupaya menyokong Palestin. Negara-negara Islam lain terus tunduk dan akur dengan kekuasaan Israel yang didokong Amerika dan sekutunya.

Situasi di Palestin telah mencapai tahap kritikal terutamanya di Semenanjung Gaza. Mereka terkurung dalam penjara besar yang dikelilingi tembok-tembok raksasa. Segala-galanya disekat. Keadaan yang sukar digambar dengan kata-kata. Baca dan tengoklah sendiri keadaan mereka.

Tanggungjawab Kita

Saya ingin kita berfikir bersama-sama tentang peranan kita. Adakah cukup kita hanya bersimpati kepada saudara kita di Palestin? Sungguh, ia langsung tidak membantu.

Siapa dan bagaimana pun keadaan kita, sebagai seorang Islam kita perlu berbuat sesuatu. Ini tanggungjawab kita. Mungkin kita boleh bersikap lepas tangan sekarang, tetapi bagaimana keadaannya ketika saudara kita di Palestin membuat tuntutan di akhirat kelak? Adakah alasan-alasan kita sekarang diterima ketika itu?

Apa yang penting adalah kesedaran. Dengan kesedaran itu akan wujud dorongan untuk berbuat sesuatu. Tunaikan tanggungjawab kita semampu mungkin dengan sekurang-kurangnya:

1. Mendoakan kemenangan dan kesejahteraan umat Islam.
2. Memboikot produk keluaran musuh-musuh Islam.
3. Menyumbang masa, harta dan tenaga kepada umat Islam.
4. Berusaha mendalami Islam supaya tidak tertipu dengan tipu-daya musuh-musuh Islam.
5. Berusaha bersatu dan mengelakkan perpecahan dalam masyarakat Islam.
6. Mengambil cakna isu-isu yang melanda umat Islam.

Sebenarnya masih banyak cara lagi. Tepuk dada tanyalah iman. Pasti akan berjumpa jawapannya.

Wallahua’lam.


SUMBER:
Muhammad Ilman
CintaAllahCintaAbadi@group/POST IN GROUP

“Berdoalah kepadaKu, pasti aku perkenankan untukmu” (Ghafir: 60)


“Berdoalah kepadaKu, pasti aku perkenankan untukmu” (Ghafir: 60)

Ini adalah gambaran hubungan yang akrab antara si pengharap dengan Yang Maha Memenuhi harapan. Apabila hubungan antara kedua-duanya akrab, maka segala harapan akan menjadi kenyataan denga izinNya.

Si pengharap adalah hamba manakala yang diharapkannya adalah Tuhannya. Sewajarnya seorang hamba yang mengharap itu menjadi hamba dalam erti kata sebenarnya seperti yang dituntut Tuhannya.

Tentu sangat memalukan jika dia hanya mengharapkan Tuhannya memenuhi segala harapannya, namun dalam masa yang sama dia tidak pula memenuhi ‘harapan’ Tuhannya untuk dirinya sendiri.

Mari Menjadi Hamba

Islam membebaskan manusia daripada penghambaan sesama sendiri dan segala karut-marut kepada penghambaan hanya untuk Allah Taala. Penghambaan yang menjadikan manusia itu terhormat dan terpelihara maruahnya.

Sehebat manapun seseorang, dia tetap seorang hamba. Jadi, lihatlah kehidupan di dunia ini pada kaca mata seorang hamba. Dia tidak boleh berbuat sesuka hati. Islam datang bersama-sama peraturan yang mesti dipatuh. Pilihan sama ada dia patuh atau ingkar. Sesiapa yang patuh akan selamat, sesiapa yang ingkar dia akan binasa kecuali dia tidak mati. Tetapi setiap orang akan mati.

“Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.” (az- Zariyat: 56)

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi” (al Baqarah: 30)

Seseorang tidak akan mampu menjadi khalifah yang baik apabila dia tidak terlebih dahulu menjadi hamba yang baik. Inilah hakikatnya. Kesedaran selaku seorang hamba akan menyedarkannya akan peranannya selaku khalifah yang sebenar di bumi Allah Taala.

Pintu Langit

Pintu langit iaitu rahmat Allah Taala sentiasa terbuka untuk dilalui doa-doa hamba-hambaNya.
Memohon pengharapan kepada Allah Taala melalui doa menjadi kelaziman hidup Rasulullah s.a.w. Berdoa itu satu ibadah yang sangat dianjurkan kepada orang-orang yang beriman, maka Rasulullah memberi tuntunan yang serapi-rapinya dalam hal ini.

“Doa itu merupakan ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

“Doa yang sering dibaca oleh Nabi ialah, ‘Ya Allah, berilah kami di dunia kebaikan, dia akhirat kebaikan dan selamatkan kami daripada azab neraka.” (Muttafaq alaih daripada Anas r.a)

Doa di atas adalah untuk sekalian manusia. Baginda sering membacanya untuk diikuti umatnya kerana inilah salah satu puncak doa kepada Allah Taala. Ia juga tanda cinta baginda kepada umat. Sungguh, sangat banyak doa yang dapat dijumpai dalam al quran mahupun sunnah Rasulullah yang sahih. Sama-sama kita baca dan amalkan.

Baginda juga mengajar umat bahawa doa itu tidak boleh setakat berdoa sahaja. Doa itu perlu diiringi pula dengan usaha menurut kemampuan manusia. Baginda sendiri berjuang dan bertungkus-lumus terlebih dahulu, kemudian diiringi dengan doa.

Hakikat hidup ini bukan sekadar berdoa-doa sahaja tanpa berusaha. Baginda memperingatkan kita supaya jangan ada ‘istijal’ dalam berdoa kepada Allah Taala.

“Apa istijal itu, wahai Rasulullah?” seorang sahabat bertanya.

“Aku telah berdoa, tetapi doaku seperti tidak dimakbulkan,” jawab Rasulullah.

“Lalu dia merasa menyesal dan tidak lagi mahu berdoa,” kata Rasulullah menghuraikan lagi makna istijal itu.

Hidup manusia memang tidak sunyi daripada kepayahan dan harapan. Justeru, bermohonlah kepada Allah supaya diberi pertolongan dan bimbingan. Sedangkan Rasulullah selaku kekasihNya mengisi hidup baginda dengan doa, betapa lagi kita selaku hambaNya yang hina.

Berdoalah selagi pintu langit masih terbuka dan jangan pula menyalahi petujuk-petunjuk Rasulullah dalam berdoa.

“Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan kalau Engkau tidak mengampunkan kami dan memberi rahmat kepada kami, nescaya jadilah kami orang yang rugi.” (al-A'raf: 23)

Waallahua'lam.


SUMBER:
Muhammad Ilman
CintaAllahCintaAbadi@group/POST IN GROUP




Rabu, 8 Jun 2011

TANPA TAJUK I



Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??

Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...

Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)

" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...

" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist)

SUMBER:
Kamikaze Zaikuzai
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP

Bahaya org yg suka memuji muji........


Perbuatan memuji hingga ke peringkat membodek dan memuja sesama manusia adalah di larang Tuhan.Memuji manusia pun ada hadnya yaitu sekadar memberi penghormatan.”Pujian” adalah hak Allah, hanya Allah sahaja yang layak di puji.
Ulama berpendapat ada pujian kepada manusia yang di haruskan.Namun demikian,sikap suka memuji ini ada bahayanya kepada diri sendiri dan pihak yang di puji.
Ada pemuji memuji pihak yang dia suka hingga ke tahap melampau.Ada yang memuji kerana muslihat politik.Sampai sanggup berbohong atau berdusta asalkan dapat menaikkan status pihak yang dia puji.Seorang ulama bernama Khalid bin Mi’dan berkata: “Sesiapa yang suka memuji penguasa (orang yang memerintah)  atau sesuatu pihak yang dia suka dengan perkara yang tidak benar di hadapan orang ramai, nescaya dibangkitkan Allah pada hari kiamat kelak dalam keadaan jatuh tersungkur kerana lidahnya (berdusta).”
Orang yang mempunyai sikap suka memuji sesuatu pihak boleh timbul riak dalam dirinya kerana menunjuk nunjuk seolah olah dia penyokong kuat,suka, sayang dan mencintai pihak yang dia puji.Kadang kadang pujiannya adalah mainan hati atau mainan politik semata mata.Mungkin dia sendiri pun tak yakin dan ragu akan kebenaran pujian nya itu.Orang saperti ini adalah orang yang riak dan pendusta.
Dalam berpolitik terdapat juga golongan yang suka memuji muji pihak yang fasiq dan zalim.Pihak yang suka menghalalkan cara,memfitnah, mengumpat,mengaibkan orang lain dalam berpolitik pun termasuk dalam golongan pendusta,fasiq, munafiq dan zalim.Orang Islam tidak seharusnya memuji dan memberi “markah” kepada pihak yang pendusta,fasiq, munafiq dan zalim.
Bagi pihak yang di puji dan menerima pujian akan terasa gembira dan bangga hingga dia menganggap diri nya mulia.Dia akan rasa dirinya sempurna dan pihak lain terutama pihak lawan sentiasa tidak benar.Maka akan timbul perasaan ujub yang membawa kepada perasaan bongkak dan sombong hingga tidak boleh di sentuh dan tegur oleh sesiapa.
Wallahu’alam.
SUMBER:
SOMEONE
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP










LAKARAN IMPIAN


Bagi kesempatan
manusia melakar impian
namun, masa tidak selalu mengungkap harapan
fitrah kehidupan
memang tiada yang berkekalan
juga tidak semua bisa jadi kenyataan
yang datang pasti pergi
yang tiba pasti kembali
citra yang tidak perlu ditangisi
tetapi acara yang patut direnungi

Kehidupan yang hanya sekali
tetapi di dalam masa yang tidak kembali
tetap ada waktu taubat mu berkali-kali
Namun bila kesempatan tidak bertemu
Pasti saat itu diri hanya mampu meratap bisu

SUMBER:
Daisy Zie
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP










12 azab tinggalkan sembahyang


Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda : "Barangsiapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah s.w.t. akan mengenakan 12 tindakan yang merbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :-
· Allah s.w.t. akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.
· Allah s.w.t. mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya.
· Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :
· Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
· Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
· Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.

Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :-
· Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan.
· Kuburnya akan menjadi cukup gelap.
· Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :
· Hisab ke atasnya menjadi sangat berat.
· Allah s.w.t. sangat murka kepadanya.
· Allah s.w.t. akan menyiksanya dengan api neraka.


SUMBER:
Ridhwan Mohd Tahir
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP

cer baca cerita ni....menarik....KAKI KU LEBIH BERSIH DARI MUKA MU....


ni mungkin cerita rekaan yang saya terima dari rakan blogger.Tetapi sangat baik untuk di jadikan teladan.Kisah berlaku dalam sebuah pesawat yang sedang menuju ke Kuala Lumpur.Kebanyakkan dari penumpang pesawat tersebut ialah mereka yang sedang perjalanan pulang ke tanah air selepas mengerjakan umrah.
Dalam pesawat tersebut berlaku satu peristiwa di mana seorang pramugari ternampak seorang pak cik sedang membasuh kakinya di sinki di dalam tandas yang kebetulan lupa di tutup.

Pramugari: Pak cik tolong jangan basuh kaki di dalam sinki.Sinki untuk basuh tangan dan muka, bukan untuk basuh kaki yang kotor tu.Bersopan lah sikit pak cik!

Pak cik: Baik puan, maafkan pak cik.Tapi boleh pak cik tanya sikit?
Pramugari: Apa dia?

Pak cik: Puan, dalam sehari berapa kali puan basuh muka puan?

Pramugari: Saya basuh muka tiap tiap hari sekali selepas bertugas sebelum tidur.

Pak Cik: “Make Up” yang puan pakai di muka puan jenama apa?

Pramugari: (Dengan bangga) Kami pramugari semua pakai jenis jenama yang terkenal dari Peranchis.

Pak Cik : Puan, kalau begitu kaki pak cik ni lebih bersih dari muka puan.
Pramugari: Eh! pak cik jangan merepek.

Pak cik: Pak cik tak merepek tetapi ini kenyataan.Pak cik cuci kaki sekurang kurang nya 5 kali sehari sebelum solat.Sedangkan puan cuci muka hanya sekali sehari.Jadi di antara kaki pak cik dengan muka puan yang mana lebih bersih? Lagi pun puan guna “make up” jenis yang tak suci lagi tak halal ertinya bernajis.Maka memang layak muka puan yang bernajis tu di basuh guna mangkuk tandas ini aje.

Pramugari: Tak terkata, malu,geram, lalu beredar.
Apa kah iktibar dari kisah ini? Saya serahkan kepada pembaca sendiri untuk menilai.

Wallhu’alam.


SUMBER:
Mohamad Fadzlanshah
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Doc





***UNTUKMU WAHAI WANITA***


Ku hadiahkan kepadamu,,,
Wahai wanita yang telah meredhai Allah S.W.T sebagai Tuhannya, Islam sebagai Agamanya dan Muhammad S.A.W sebagai Rasul-Nya.

Ku hadiahkan kepadamu,,,
Wahai wanita yang meniti jalan lurus dan membawa risalah kebenaran.

Ku hadiahkan kepadamu,,
Wahai murabbiyah (wanita pendidik) yang berjuang dengan kalimahnya, memelihara norma-normanya dan membersihkan dirinya.

Ku tujukan pula pada setiap ibu yang mendididik anak-anaknya untuk bertaqwa, menumbuhkan mereka dengan amalan sunnah Nabi yamg menanamkan cinta kebajikan ke dalam jiwa-jiwa mereka.

Terakhir,,
Ku tujukan kepada setiap wanita yang dirundung kesedihan,,,,

Berbahagia dan bergembiralah dengan jarak yang begitu dekat , dengan BIMBINGAN Allah, dengan KEAGUNGAN PAHALA dan dengan PENGAMPUNAN DOSA.

Salam ukhuwah fillah ^_^


SUMBER:
Eiz Iskandar
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP












بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dari 'Aisyah r.a. berkata: Ketika istri-istri Rasulullah saw sedang berkerumun di sisi Rasulullah saw, tiba-tiba datang Siti Fatimah yang jalannya cepat seperti jalannya Rasulullah saw.
Ketika Rasulullah saw melihat kepadanya, maka dia disambut dengan ucapan, "Selamat datang anakku," kemudian ia didudukkan di sebelah kanan atau kirinya, lalu dibisikkan kepadanya.
Tiba-tiba ia menangis tersedu-sedu dan ketika Rasulullah saw melihat tangisnya, beliau berbisik kembali kepadanya, lalu tertawalah Fatimah.

Maka aku berkata, "Rasulullah saw mengistimewakan dengan rahasia-rahasia atas Fatimah lebih dari istri-istrinya." Maka menagislah aku dan ketika Rasulullah saw telah pergi dari tempat itu, aku bertanya kepada Fatimah, "Apa yang dikatakan Rasulullah saw tadi kepadamu?" Fatimah menjawab, "Aku tidak akan membuka rahasia Rasulullah saw."
Kemudian setelah Rasulullah saw meninggal, aku berkata, "Sungguh aku ingin mendapat keterangan tentang apa yang dibisikkan oleh Rasulullah saw kepadamu itu." Fatimah menjawab, "Kini baiklah.
Pada bisikan pertama Nabi saw memberitahukan bahwa Jibril biasa mengulangi padanya bacaan al-Qur'an setiap tahun satu kali dan kini dia mengulanginya sampai dua kali, 'Aku merasa bahwa ajalku sudah dekat, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan sabarlah.
Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahului kamu,' karena itu aku menangis. Kemudian ketika beliau melihat aku sangat sedih, beliau membisikkan kepadaku untuk kedua kalinya, 'Hai Fatimah, tidak puaskah engkau sebagai wanita yang utama bagi sekalian Mu'min atau wanita yang utama dari sekalian umat ini?
Maka tertawalah aku karenanya."
(Bukhari - Muslim)


SUMBER:
Zheera Poenya Raditya
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP

SEDIKIT PANDUAN KHUSYU DALAM SHALAT


ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABORAKATUH

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM

Sahabatku sekalian yang di Rahmati Allah
Sebagaimana post lepas yang membahas tentang pentingnya Shalat,tentang hukum orang yang tidak Shalat dan kesalahan kesalahan dalam shalat,,adapun sekarang ini yaitu menerang serba sikit ttg shalat yg di terima yaitu SHALAT DENGAN CARA KHUSYU.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
"beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam Shalatnya" (Al-Mu'minuun 1-2)

KHUSYU adalah :Terpusatnya seluruh perhatian, pikiran & hati, menhadap Allah dan beribadah semata mata karena ALLAH SWT.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
Katakanlah: "Tuhanku menyuruh berlaku adil pada segala perkara, dan menyuruh supaya kamu hadapkan muka dan hati kamu (kepada Allah) dengan betul pada tiap-tiap kali mengerjakan sembahyang, dan beribadatlah dengan mengikhlaskan amal agama kamu semata-mata kepadaNya). (Al-A'raaf 7:29)

KHUSYU DALAM SHALAT;
Dapat juga diartikan merasakan kehadiran Allah SWT dihadapan kita dan hanya mengingati Allah semata-mata.menghadirkan diri di hadapan Allah seolah2 melihat Allah,paling tidak Allah melihat kita,dan berpikiran shalat dilakukan adalah shalat yg terakhir.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Bersolatlah sebagai sholat terakhir (perpisahan) seolah-olah anda nampak Allah"
(HR.Ibnu An-Najjar:Hassan)

Dari pada Abu hurairah RA
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Sekiranya khusyu hati dan jiwa orang ini tentu khusyu segala anggota badannya...
Tunduk dan tawaddu serta tenang hatinya dan segala Anggotanya menghadap Allah
(Diriwayatkan oleh Al hakiim,AT -Tarmizi )

Adapun menurut Dato Dr Harondin beliau membagi 9 konsep khusyu dalam shalat
bersesuaian dengan Firman Allah dan hadits- hadits Rasulullah diatas.

9 KONSEP UNTUK DAPAT MENCAPAI KHUSYU DALAM SHALAT

1.KHUDUD ialah menghadirkan diri dihadapan ALLAH dengan Ikhlas

2.WUKUF ialah berdiri di hadapan ALLAH tunduk dan tawadhu

3.MUWAJAHAH Ialah berhadapan dengan ALLAH SWT.

4.IKHTIRAF : ialah merasakan sebagai umat terawal

5.MURAQABAH :Ialah periksa antara ucapan dan perbuatan diperbetulkan oleh hati

6.MUHASABAH :Ialah Perbetulkan segala kekurangan diakhiri 2 sujud sahwi

7.MUNAJAH : Ialah berbicara lansung dengan ALLAH

8.MUSYAHADAH Ialah merasai kewujudan ALLAH di hadapan kita

9.MUSALAMAH :Ialah menyerahkan diri kepada ALLAH atas segalanya ttg shalat kita

Di Bawah ini ada beberapa contoh Sahabat tentang khusyu dalam shalatnya

Ali bin abi Thalib r.a. jika tiba waktu solatnya gementar persendiannya dan berubah mukanya (warnanya) dan ketika ditanya tentang itu, jawabnya: ‘ Tiba waktu amanat yang ditawarkan oleh Allah kepada langit, bumi dan bukit dan semuanya menolak kerana khuatir daripadanya tetapi ditanggung oleh manusia dan saya tidak mengetahui apakah saya akan dapat menunaikan sebaik-baiknya atau tidak’

Dan diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali RA terkena panah tertusuk dlm di tubuhnya beliau kesakitan,tapi ketika Sahabat lain mau mencabutnya, beliau keberatan krn terlalu sakit. Bliau lalu minta izin sahabat lain untuk shalat sunah 2 raka'at. Ketika sdg shalat itulah panahnya dicabut oleh sahabat lain, tanpa beliau merasakannya...Subhanallah...begitulah khusyunya Ali dlm melakukan Shalat mari kita sama2 berusaha Amalkan Insya Allah..

Muslim bin Yasar berkata kepada keluarganya : Jika aku dalam sholat, maka kamu boleh berbicara kerana aku tidak mendengar bicaramu. ini menunjukkan betapa khusyunya sholat yang dilakukan oleh Muslim bin Yasar.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Sesungguhnya adakalanya dua orang sama-sama berdiri solat, yang tidak berbeza rukuk’ dan sujud keduanya. Sedang perbezaan antara kedua solat itu bagaikan jauhnya perbezaan langit dan bumi. Yakni perbezaan kusyuk’ masing-masing meskipun pada zahirnya tidak terdapat perbezaan.

Hatim Azzahid ketika masuk ke tempat Isham bin Yusuf ditanya : ‘
Ya Hatim, bagaimana anda menyempurnakan solat? Jawabnya :Jika telah hampir waktu saya telah siap berwuduk dengan sempurna. Kemudian tegak di tempat solat dengan semua jiwa ragaku sehingga terbayanglah Ka’abah seakan-akan di hadapan mataku dan maqam tepat di dadaku sedang Allah mengetahui segala yang ada di dalam hatiku sedangkan kaki bagaikan ada di atas titian sirat dan syurga di kanan sedang neraka di kiriku.Dan Malaikat Maut di belakangku,aku merasa bahwa sholatku ini adalah terakhir.

Kemudian Saya takbir dengan kusyuk’ dan membaca dengan penuh perhatian tafakkur dan rukuk dengan tawadhu ( merendah diri) dan sujud dengan tunduk merendah meminta. Kemudian duduk sempurna lalu tasyahhud dengan pengharapan dan ketakutan. Kemudian salam menurut sunnaturrasul. Kemudian saya serahkan semua itu dengan ikhlas dan bangun dari solat itu denan persaan takut dan berharap (takut bila tidak diterima dan berharap semoga diterima oleh Allah ). Dan saya jaga semua itu dengan kesabaran.

Isham bertanya : Sejak berapa lama solatmu yang sedemikian ? Jawab Hatim : ‘ Sejak tiga puluh tahun’. Maka menangislah Isham dan berkata : ‘ Saya belum pernah sholat seperti itu sama sekali’.

Sahabatku demikianlah contoh contoh khusyu dalam shalat yang dilakukan oleh sahabat ,Dan banyak lagi contoh para sahabat bershalat dengan khusyu..

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Barangsiapa yang mendirikan Shalat dua rakaat dan tidak sedikitpun pikirannya diganggu oleh perkara-perkara dunia niscaya akan diampunkan dosa sebelumnya.
( HR.Bukhari Muslim sanad Shahih)

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
Wahai sekalian manusia sesungguhnya kamu telah bekerja bersungguh-sungguh menuju Tuhanmu,maka pasti kamu akan menemuiNya.( QS.Al-Insyiqaaq 6 )

♥ MARI SAMA SAMA KITA AMALKAN SEMOGA MANFAAT UNTUK KITA SEMUA. 'AAMIIN ♥

SUMBER:
Zubair IbnuAwwam As-Sabah
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP






DAKWAH ATAU TANGGUNG JAWAB MANUSIA SELURUH ALAM.


Allah SWT berfirman : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran 110)

Ayat ini mengandung suatu dorongan kepada kaum mukminin supaya tetap memelihara sifat-sifat utama itu dan supaya mereka tetap mempunyai semangat yang tinggi.

Umat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam sifat, yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah. Semua sifat itu telah dimiliki oleh kaum muslimin di masa nabi dan telah menjadi darah daging dalam diri mereka karena itu mereka menjadi kuat dan jaya. Dalam waktu yang singkat mereka telah dapat menjadikan seluruh tanah Arab tunduk dan patuh di bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan, padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah belah selalu berada dalam suasana kacau dan saling berperang antara sesama mereka. Ini adalah berkat keteguhan iman. dan kepatuhan mereka menjalankan ajaran agama dan berkat ketabahan dan keuletan mereka menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Iman yang mendalam di hati mereka selalu mendorong untuk berjihad dan berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan sebagaimana tersebut dalam firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al Hujurat 15)

Jadi ada dua syarat untuk menjadi sebaik-baik umat di dunia, sebagaimana diterangkan dalam ayat ini, pertama iman yang kuat dan; kedua menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Maka setiap umat yang memiliki kedua sifat ini pasti umat itu jaya dan mulia dan apabila kedua hal itu diabaikan dan tidak diperdulikan lagi, maka tidak dapat disesalkan bila umat itu jatuh ke lembah kemelaratan.

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Ahli Kitab itu jika beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka. Tetapi sedikit sekali di antara mereka yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik tidak mau beriman. mereka percaya kepada sebagian kitab dan kafir kepada sebagiannya yang lain, atau mereka percaya kepada sebagian Rasul seperti Musa dan Isa dan kafir kepada Nabi Muhammad SAW.

Ibnu katsir mengatakan ayat ini mengandung makna umum mencakup semua ummat ini dalam setiap generasinya dan sebaik-baik generasi mereka ialah orang-orang yang Rasulullah SAW diutus dikalangan mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka.

Makna ayat ini sama dengan makna ayat lain :

Allah SWT berfirman : “dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan” (QS. Al Baqarah 143)


SUMBER:
Ashraf Iskandar
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP







DAKWAH TERHADAP DIRI SENDIRI DAN KELUARGA


Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS At-Tahrim 6)

Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah, dan mengajarkan kepada keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka.

Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah SWT : “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu mengerjakannya” (QS. Taha 132).

Dan dijelaskan pula dengan firman-Nya : “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. (QS Asy Syu’ara’ 214).

Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke 6 ini turun, Umar berkata: “Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?” Rasulullah SAW. menjawab: “Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkanlah mereka melakukan apa yang Allah memerintahkan kepadamu melakukannya. Begitulah caranya meluputkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat, mereka dikuasakan mengadakan penyiksaan di dalam neraka, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah.

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan, “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras, kaku, tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba

Ada yang mengatakan, para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. Ada yang berpendapat, malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka, keras terhadap mereka. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat, menyiksanya dengan berbagai macam siksaan.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70.000 manusia ke dalam jurang Jahannam.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 18/218)

Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka, serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya, baik istri-istrinya, anak-anaknya, dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya.

SUMBER:
Ashraf Iskandar
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP






Busuknya Kebencian


Seorang Guru mengadakan ”permainan”.
Guru menyuruh tiap muridnya membawa beg plastik transparan 1 buah dan kentang.. Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci, sehingga jumlah kentangnya tidak di tentukan berapa.... Bergantung jumlah orang-orang yang di benci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam beg plastik... Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri nama sesuai nama orang yang di benci... Murid-murid harus membawa beg plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu...

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat, baunya juga tidak sedap... Setelah 1 minggu murid-murid tersebut merasa lega kerana penderitaan mereka akan segera berakhir...

Guru : " Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1minggu ?”

Keluarlah keluhan dari murid-murid tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa selesa namun harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Gurupun menjelaskan apa erti dari “ permainan ” yang mereka lakukan.

Guru : “ Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkah tidak eloknya..”

SUMBER:
Ibu Nora
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP





Demi Gunung Tursina


Demi Gunung Tursina;

Dan demi Kitab yang tertulis dengan rapi -

Pada lembaran surat yang terbuka;

Dan demi "Al-Baitul Makmur";

Dan demi bumbung yang tinggi;

Dan demi laut yang penuh tepu (dengan kepanasan); -

Sesungguhnya azab Tuhanmu tetap berlaku; -

Tidak ada sesiapapun yang dapat menolaknya; -

Pada hari langit (dan segala isinya) bergegar dengan sekuat-kuatnya.

Dan gunung-ganang bergerak dari tempatnya dengan cara yang luar biasa.

(Apabila berlaku yang demikian), maka kecelakaan dan kebinasaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran;

Iaitu orang-orang yang leka bermain-main dalam kesesatan.

Pada hari mereka ditolak ke alam neraka Jahannam dengan penolakan yang sekasar-kasarnya,

(Dan dikatakan kepada mereka): "Inilah api neraka yang dahulu kamu mendustakannya.

"Maka adakah ini sihir juga (sebagaimana yang kamu katakan terhadap keterangan Rasul Kami dahulu?), atau kamu tidak nampak (kenyataannya sebagaimana kamu tidak nampak di dunia dahulu akan kebenaran Rasul Kami)?

"Rasalah bakarannya; kemudian sama ada kamu bersabar (menderita azabnya) atau tidak bersabar, sama sahaja (tidak ada faedahnya) kepada kamu, kerana kamu tidak dibalas melainkan dengan apa yang kamu telah kerjakan".

SUMBER:
As Da
MadrasahCahayaPertunjuk@groups/POST IN GROUP

Selasa, 7 Jun 2011

Nabi laknat perempuan nipiskan bulu kening


FIRMAN Allah bermaksud: “Dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebahagian penglihatan, memelihara kehormatannya dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya) selain daripada yang nyata (mesti terbuka daripada bahagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti mukanya dan tapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya ke leher (tutup kepalanya sampai ke leher dan dadanya), dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya), kecuali kepada suaminya, bapanya, bapa suaminya, anak-anaknya, anak-anak suaminya, saudara-saudaranya, anak-anak saudara lelaki, anak-anak saudara perempuannya, sesama perempuan Islam, hamba sahaya kepunyaannya, lelaki yang menjalankan kewajibannya tetapi tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan – umpamanya pelayan-pelayan lelaki yang sudah tua dan tiada lagi mempunyai keinginan kepada perempuan) dan kanak-kanak yang belum mempunyai pengertian kepada aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya, supaya diketahui orang perhiasannya yang tersembunyi (misalnya melangkah dengan cara yang menyebabkan betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya nampak). Dan taubatlah kamu semuanya kepada Allah, hai orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (Surah an-Nur, ayat 31)

Wahai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. (Maksud surah al-Ahzab, ayat 59)

Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Menurut Bukhari, Nabi Muhammad saw melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening. (Hadis riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari)

Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian, kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina. (Hadis riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban)

Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya. (Hadis riwayat at-Thabrani)

Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasulullah: “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja.” (Hadis riwayat Muslim dan Bukhari.

Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya. (Hadis riwayat at-Tabrani dan Baihaqi).


SUMBER:
BY:Syibrah Selamanya
CintaAllahCintaAbadi@groups/POST IN GROUP


Muslimah Harapan


Persismu permata berlian menjadi rebutan pejuang
keutuhan yang tersimpan di balik tabir yang tenang
Keayuan yang terpancar disinar cahaya iman
itulah muslimah harapan muslimah harapan... harapan
Gerak langkahnya yang sopan disulam zikir di ingatan
keyakinan yang mendalam menjadi tangan perjuangan
Jasad hayatnya diserahkan untuk sebuah perjuangan
itulah muslimah haraapan
Muslimah puteri harapan
dikaulah harapan membela Islam yang mulia
muslimah puteri harapan dikaulah cahaya
menjadi lambang Islam yang gemilang...
Puteri harapan serikandi Islam
tetaplah kau dalam perjuangan
menjadi sayap kiri di medan
meneguhkan benteng pertahanan Islam
Gamitan leka duniawi tersungkur jauh di hatimu
kau sematkan kecintaan yang mendalam
terhadap Tuhanmu...jaga untuk suami tersayang
kau didik generasi mendatang
untuk agama tercinta.....



SUMBER:
BY:Rashidah Yunus
CintaAllahCintaAbadi@groups/POST IN GROUP

Jumaat, 3 Jun 2011

Cemburu Yang Profesional..


Bismillahirahmannirrahim...

Dari Abu Hurairah, Aisyah berkata : “ Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita sebesar rasa cemburu ku pada Khadijah.. Aku tidak pernah melihatnya, tetapi Rasulullah sering menyebut dan mengingatnya ”. Ketika menyembelih seekor kambing, beliau selalu memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.. Aku pernah berkata kepada Rasulullah, ‘ Seperti tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah ’. Rasulullah menjawab, ‘ Khadijah itu begini dan begitu, dan dari dialah aku memperoleh anak.’ (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Baghawi)

Subhanallah, begitu detail Aisyah, isteri Rasulullah yang jelita menceritakan rasa cemburunya.. Dan itu di ungkapkannya kepada semua orang yang berniat mendengarkan kisah tauladan dan perasaan yang di alami Aisyah.
Bagaimana bisa seorang wanita menceritakan rasa cemburunya, kejadian demi kejadian yang secara jujur pasti menyakitkan dan membuat hati serasa teriris pisau.. Namun Aisyah dengan cara yang sangat professional ternyata mampu mengatasi itu semua serta menceritakan semua kejadian dan perasaan yang di alaminya untuk di jadikan ibrah atau pelajaran bagi siapa saja yang mendengarkan bahkan sampai beratus tahun kemudian... Aisyah akan terus bercerita tentang kisah hidup rumah tangganya berulang kali sampai sekarang, seakan-akan apa yang di alami oleh beliau baru beberapa hari yang lalu terjadi.. Sehingga kitapun seakan hadir pada waktu peristiwa itu terjadi.. Subhanallah demikian indah beliau menggambarkan perasaannya yang secara fitrah pasti tidak enak, kerana sikap profesionalnya yang di landasi keimanan yang tinggi..

Ya, Aisyah demikian profesional dalam menjalankan tanggungjawab sebagai isteri terdekat Rasul yang meriwayatkan berbagai hadhis, untuk di jadikan hikmah bagi umat.. Aisyah mampu mengelola rasa cemburunya sehingga rasa cemburu itu di kemas dengan indah sehingga menjadi cemburu yang profesional... Sanggupkah kita memiliki cemburu yang profesional?, Iaitu cemburu namun tetap professional, tidak menyakiti diri sendiri, tidak kekanak-kanakan atau mencelakan orang lain dan atau marah marah tidak keruan, memendam rasa berbulan bulan, cemberu serta negative thinking ketika cemburu menyerang kita... Mampukah kita mengelola rasa cemburu agar menjadi cemburu yang profesional, misalnya ketika kita mengalami cemburu yang sangat dahsyat di saat suami kita berpoligami atas dasar agama, memperluas dakwah dan menolong si papa. Kita tetap tabah dan sabar dan tetap beribadah serta melakukan tugas sebagai isteri dengan ikhlas secara profesional sehingga cemburu tidak mengganggu kerja dan ibadah kita.. Selain itu cemburu juga harus tetap profesional bila suami kita di haruskan untuk berdakwah kemana-mana dan hanya menyisakan waktu sedikit saja untuk kita.

Ada pepatah yang mengatakan bukan berbagi suami, tapi memang tidak kebagian suami, kerana waktunya habis untuk yang lain selain kita iaitu isteri yang lain, dakwah, kerjayan dan lain sebagainya.. Ternyata hanya keimanan yang tinggilah yang mampu membuat kita memiliki kepandaian untuk mengelola rasa cemburu sehingga menjadi cemburu yang profesional.. Hidup Aisyah, darimulah aku terinspirasi untuk memiliki cemburu yang professional. Milikilah cemburu seperti Aisyah, tetap melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik tanpa terganggu oleh rasa cemburu itu...

Wallahu'alam..

BY
Ibu Nora
Umat Muhammad Umat Dakwah/post in group


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered By Blogger

page counting

 
back to top