Memaparkan catatan dengan label cerita pengajaran. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label cerita pengajaran. Papar semua catatan

Jumaat, 17 Jun 2011

Aku hanya seorang lelaki yg biasa sahaja...


Aku hanya seorang lelaki yang biasa, yang hanya mampu mencoretkan bait – baitkan kata kepada bakal isteriku,

yang aku sendiri masih dalam mencarinya.
Dengarlah luahan hatiku, seorang lelaki biasa..
.
Tak terasa sudah demikian lama kita hidup di dunia ini. Bergelut dengan kefanaan yang seolah tanpa hujung.

Padahal, kelak akan kita punah menjadi tanah. Kita terseret, lalu terbawa hingga kadangkala lupa jalan pulang

pada kematian. Andai terus saja kita ingat akan itu semua, tak mungkin diri resah akan dunia setelah kematian.

Wahai bakal isteriku, wanita yang tak pernah kuketahui siapa engkau,

Kadangkala aku merasa resah. Jika malam kian gelisah, kerana tak jua aku mampu menemukanmu. Selimut

tidurku tak cukup untuk mengusir dinginya malam. Solat wajibku terasa tak sempurna jika tiada seseorang

mendampingi di sisi. Ingin rasanya ku laungkan ayat-ayat cinta Allah dalam setiap  solatku bersama dengan mu

dan anak-anak kita kelak. Aku menjadi imammu dan kau makmumku.
.
Wahai bakal isteriku, yang Allah ciptakan untuk mendampingiku,

Setelah solat Maghrib mahupun waktu-waktu seperti biasanya, kau membacakan ayat-ayat Alquran untuk dirimu

dan Tuhanmu. Ingin, rasanya ku dengar suara syahdumu, ingin rasanya kita alunkan bersama ayat-ayat cinta-Nya.

Kita baca dengan suara yang mengalun dalam hati penuh kerinduan pada Allah dan RasulNya.  Satu ayat pun

cukup. Kerana, setelahnya ada keimanan yang terpancar di rumah kita. Rumah tanpa kata, rumah sederhana yang

hanya ada tawa dan gurauan bahagia penuh cinta.

.
Tahukah kau bahawa setiap kali aku memulai aktiviti seperti ada yang kurang jika ku toleh ke kiri ke kanan.

Alangkah indah rasanya bangun sepertiga malam, mengerjakan dua Rakaat dan bermunajat pada Rabb Allah

SWT Tuhan kita. Kita mengadu bersama padaNya. Bersama menaruhkan kerinduan padaNya. Menguntai kata

berselimutkan iman, hingga tak terasa air mata berlinang di pipi kita. Kau memandang ku, lalu ku usap air

matamu. Subhanallah, pipimu merona merah kala kita berpadang mata. Duhai indahnya.
.
Wahai bakal isteriku,

Sekelumit inginku, keinginan sederhana keinginanku sebagai lelaki yang biasa-biasa sahaja. Hari-hariku memang

sangat biasa-biasa saja. Hidupku dipenuhi hanya dengan hal-hal yang sederhana. Jika kau kelak dipertemukan

denganku secara nyata, ku mohon kau terima aku kerana Dia, kerana Allah dalam setiap do’a panjangmu dan

istikharahmu. Ku mohon agar kita mampu membuang sifat tamak dan kesombongan. Agar, kita boleh menjalani

rumah tangga dengan kesyukuran kelak.

Kau cerminku, aku pun cermin mu. Maka ku usahakan dalam diri ini selalu setia pada jalan-Nya. Kadangkala

memang jalanku tak sempurna, belok kesana ke sini. Aku pun bukan lelaki dicintai syurga, tetapi aku berusaha

menjadi yang terbaik dengan caraku. Aku usahakan agar seirama mungkin pada kebenaran. Maka, do’akanlah

aku agar dapat sebanding imanku dengan imanmu. Kebaikanku dengan kebaikanmu
.
Wahai bakal isteriku, yang ku rindukan dan tak ku ketahui engkau siapa,

letih rasanya pencarian ini, seperti keletihanmu untuk menantiku menemuimu. Tetapi, aku selalu menyimpan

harapan yang suci, dan berusaha menjadikan ahlak ini bolwh dan mampu kau pandang dengan sesederhananya.

Memang tak sebaik lelaki yang kau kenal kesolehannya tetapi aku akan berusaha semampu yang aku boleh.
Namun, jika tiba waktunya aku memang tak seperti yang kau inginkan, aku harap pandanglah aku kerana

ketulusanku.
.
Wahai bakal isteriku,

Mari kita timbang kita susun dalam doa – doa padaNya. Kita jadikan doa sebagai senjata yang paling ampuh.

Senjata untuk saling menemukan juga senjata untuk mengimbangi hiruk – pikuk dunia yang melenakan. Semoga

kita saling menemukan.

SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs

~ HIDUP SEHAT TANPA KEDENGKIAN ~


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillaah…..
Segala puji bagi Allah Swt, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi

Muhammad Saw. Di malam yang hening ini teriring do'a dan salam untuk sahabat semua di manapun berada yang

senantiasa dalam lindungan Allah, semoga sukses meraih cita, sukses dalam melaksanakan tugas kita sehari-

hari...Aamiin…

Sahabat,

Orang yang memiliki jiwa dengki akan merasa senang apabila melihat kenikmatan atau kebahagiaan sirna dari diri

orang lain. Ia akan merasa puas dan senang hati apabila orang lain dalam kondisi terpuruk dan kesulitan, bahkan

tidak jarang ia selalu usil dengan terus berusaha menjatuhkan orang lain kedalam kesulitan.

Orang yang dengki tidak pernah mengenal istilah utang budi atas jasa-jasa orang lain, ia merasa bahwa dirinya

telah melalui segalanya oleh tangannya sendiri

Kita harus berhati-hati dengan perasaan dengki, rasa dengki yang tumbuh dan terus berkembang didalam diri kita

hanya akan menunjukan segala kekurangan dan aib-aib kita sesungguhnya, yang membuat orang lain semakin

membenci kita. Sebuah peribahasa mengatakan Apa yang keluar dari mulut botol itulah isi botol, maka ketika

yang keluar dari lisan kita adalah ungkapan-ungkapan yang menghujat dan menjatuhkan kebaikan-kebaikan orang

lain dengan menyampaikan tentang keburukan-keburukannya, maka tidak ubahnya keburukan itu sendiri

merupakan cerminan sesungguhnya tentang diri kita.

Seorang pendengki sebetulnya telah menjatuhkan dirinya terlebih dahulu kedalam lubang kehinaan sebelum ia

menjatuhkan orang yang didengkinya (yang belum tentu rugi). Rasa dengki sangat berikatan mesra dengan rasa iri

hati, rasa iri hati sendiri akan mengakibatkan kesuraman yang berawal dari hati dan akan nampak pada wajahnya.

Rasa dengki berasal dari butanya hati, sehingga hati (dirinya) merasa yang paling benar. Hati yang telah buta akan

selalu menolak terhadap rahmat dan segala petunjuk Allah SWT. Kebutuhan hati dan penolakan terhadap rahmat

Allah menurut para ulama disimbolkan sebagai dua cincin kekafiran (naudzubillah). Dengan kedengkian yang terus

dipelihara, maka anak Adam bukan tidak mungkin akan terus menjadi mangsa kesedihan atau bahkan kutukan

abadi yang sulit diselamatkan.

Seorang pendengki selalu lemah dan rapuh baik fisik maupun mentalnya, seorang pendengki tidak akan pernah

mendapatkan kebahagiaan. Hatinya penuh derita dan kelelahan karena terus dikuasai oleh kehausan dendam.

Dan orang yang dengki tidak akan pernah mendapatkan ketenangan.

Sampai kapanpun syetan yang terkutuk akan terus menggiring kita pada sifat yang sangat tercela, yaitu dengki.

Semoga Allah terus menjaga diri kita dari godaan syetan yang terkutuk.

Pesan-pesan :

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi

(saling berpaling), dan janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

(H.R. Muttafaq ‘alaih)

“Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan

(menghancurkan) kayu bakar.” (H.R Abu Dawud).

Rasulullah Saw juga telah bersabda kepada Ibnu Abbas ra; "Ketahuilah, bahwa meskipun sekelompok orang

telah bersepakat untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan mampu memberikannya

kecuali dengan apa yang telah ditetapkan Allah. Dan meskipun mereka bersepakat untuk mencelakakanmu, maka

mereka tidak akan dapat mencelakakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan untukmu. (HR. At-

Tirmidzi)

Jangan lupa selalu berdoa kepada Allah Swt, mohon kesabaran dan kekuatan untuk bisa introspeksi diri sendiri

supaya dijauhkan dari sifat pendengki dan dalam menghadapi orang-orang yang pendengki.

Satu hal, Pendengki tidak akan pernah sukses dalam hal apapun”
Wallahu A’lam.


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami

dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang

yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10).
******

Maaf, bila ada salah kata dalam penulisan ini mohon di ingatkan, semoga bermanfaat, Aamiin…

Selamat pagi, selamat beraktivitas, keep istiqomah wa hamazah, keep ukhuwah fillah…

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs

Kisah Mencari Sinar ISLAM


Kisah Farhan (Kisah Perjalanannya Masuk Islam) Nama saya Farhan Bin Abdullah. Nama asal saya

sewaktuberagama Kristian ialah Johanis. Saya dilahirkan dibumi Sabah dalam keluarga Kristian. Bapa saya

seorang ketua Paderi yang menjaga 15 buah gereja disatu kawasan di Sabah. Saya dilatih oleh bapa saya untuk

menjadi seorang paderi. Sejak mula PBS bawah DatukJoseph Pairin Kitinggan usaha kami mendapat sokongan

penuh kerajaan negeri.


Kumpulan saya masuk ke kampong dalam berbagai program. Selalunya programkhidmat masyarakat. Pihak

gereja selalunya membekalkan wang tunai sekitar RM50,000/=. Berbagai aturcara dibuat untuk membantu orang

kampong. Kami ziarah rumah kerumah. Tanya masalah mereka dan bantu mereka. berbagai masalah diluahkan.

Ada kami bantu dengan duit secara spontan. Ada kami hantar keperluan harian,pakaian dan buku sekolah dsn.

Dengan cara ini kami mendekati mereka. Hasilnya dengan beberapa kali kunjungan susulan,kami Berjaya

mengkristiankan mereka. Paling berbaloi kami mengkristian remaja Islam,tambah berbaloi dari kalangan


intelek.Hasilnya kami dapat RM3,000/= setiap seorang Islam yang dimurtadkan.Bayangkan pendapatan saya

ketika masih dialam persekolahan. Sewaktu Tingkatan3 saya dan beberapa rakan mengambil
m/pelajaran Agama Islam yang boleh dipilih dengan lukisan(betapa hinanyam/pelajaran ini setanding dengan

lukisan). Saya mendapat A-3. Sewaktu tingkatan 4 saya belajar di sekolah asrama penuh. Saya terus ambil

pelajaran Agama Islam.



Tujuan saya untuk tahu mengenai Islam dan memudahkan saya menyebarkan agama kristian. Saya mempunyai

beberapa soalan yang saya kira tidak mampudihuraikan oleh orang Islam. Pada suatu hari sewaktu tingkatan

Enam bawah, saya bersemuka dengan Ustaz yang mengajar saya (saya panggil > cikgu). “cikgu saya ada

beberapa soalan, tapi saya rasa tak sesuai dikelas ini, boleh ke saya kerumahcikgu…” Ustaz itu bersedia. Lalu

saya bersama beberapa rakan kerumah ustaz itu.Saya katakan “cikgu saya mahu berdialog secara ilmiah, bukan

atas nama Islam,agama cikgu dan bukan atas nama Kristian,agama saya”.

Saya kemukakan beberapa persoalan, antaranya;- Mengapa orang Islam sembah kaabah -Sebenarnya semua

agama sama sahaja. Nasrani, Yahudi, Kristian dan Islam adalah agama langit. - Mengapa diakhir zaman, Nabi Isa

akan turun bersama Iman Mahadi membebaskan kezaliman dan kekacauan dan bukannya Nabi Muhammad.
Mengapa dalam sejarah dan hingga kini orang Islam suka peperangan.Injilsekarang dikatakan diseleweng.Kalau

begitu mana yang asalnya. Yangmenghairankan ustaz ini dapat menjawab pertanyaan saya dan kawan –

kawandengan begitu ilmiah. Saya dan kawan - kawan mati akal.


Kemudian saya dibebani dengan 3 persoalan yang tidak mampu saya menjawab secara tepat.


Apakah boleh manusia(paderi) mengampunkan dosa manusia lain.
-      Persoalan ketuhanan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3
-      konsep ketuhanan Jesus.


Saya mengatur pertemuan ustaz saya dengan beberapa orang paderi, kawan- kawan bapa saya. tetapi mereka

enggan. Lalu saya bawa ustaz itu kerumah saya dan bertemu bapa saya seorang ketua paderi. Ternyata bapa saya

juga tidak mampu menjawab persoalan yang dibawa oleh ustaz itu. Sebaik ustaz itu pulang, bapa saya memarahi

saya kerana bawa ‘orang malaya’ datang ke rumah.


Sejak itu beberapa kali saya tidur rumah ustaz itu. Disamping mengulangkaji saya gemar berdialog dengan ustaz

itu. saya memerhatikan kehidupan ustaz tu,saya mengagumi cara hidupnya.

Suatu malam saya bermimpi didatangi 3 orang berjubah. Seorang berjubah hitammembawa salib. Seorang

berjubah putih membawa bendera bertulisan jawi. Danseorang berjubah hijau yang meminta
saya membuat pilihan.Yang berjubah hitam dan berjubah putih saling menarik saya mengikuti mereka.



Saya meronta-ronta. Disamping itu saya dapati yang berjubah hitam semakintengelam dan yang berjubah putih

semakin tinggi. Sedang saya meronta-ronta, saya terjaga. Saya mendengar
suara azan dan ustaz tadi berada ditepi saya dan berkata,” mengapa Johanis….awak mengigau…. “
Saya pegang tangan ustaz itu, saya katakan,”Cikgu Islamkan saya…….. .”.Ustaz itu minta saya bersabar untuk

dia uruskan dengan pihak tertentu. Tidak lama selepas itusaya pun di Islamkan oleh Ustaz itu.


Selesai pengIslaman saya, saya pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya lihatpakaian saya bertabur diluar rumah.

Rupanya bapa saya telah tahu.Sebaik melihat saya, bapa bergegas masuk dan keluar semula dengan mengacu

senapang ke arah saya. Tiba-tiba emak menerkam dan peluru senapang meletup keatas.


Saya segera meninggalkan rumah sehelai sepinggang. Tinggalkan keluarga saya.Tinggalkan sekolah. Saya

bersembunyi sekejap rumah ustaz sebelum saya dibawa oleh ustaz pulang ke semenanjung sebaik habis kontrak

mengajar di Sabah .



Saya diserahkan kepada PERKIM di Kuala Lumpur . Secara kebetulan rakan sayaNazri,vokalis kumpulan

Raihan juga memeluk Islam, tetapi mengikuti kumpulan Ar-Arqam. 2 lagu dalam album pertama kumpulan Raihan

adalah saduran lagu koir yang kami nyanyikan dalam gereja sewaktu di Sabah dulu..6 tahun saya di PERKIM.

Saya masuk pula Maahad Tahfiz. Alhamdulillah saya dapat sijil Al-Hafiz selepas 3 tahun. Kemudian saya bekerja

dengan Jabatan Agama Islam. Saya banyak masuk kawasan di Negeri Sembilan, Melaka dan Pahang. Tak

sampai setahun saya letakjawatan.Saya sedih kerana ramai pendakwah ini nak berdakwah pun merungut duit

over time.Saya rasa tiada keiklasan.

Biarlah saya jadi
pendakwah bebas. Saya Ingin membilas dosa lalu. Saya telah ramai memurtadkan orang..kini saya mahu berjuang

untuk mengIslamkan seramai mungkin dengan kualiti bukan kuantiti saja.
Berbalik kisah keluarga saya. Selepas meninggalkan rumah dan belajar di PERKIM saya selalu telefon

ayah,emak dan adik beradik saya. Saya katakana jangan bencikan saya. Saya sayang ayah.saya sayang

emak.saya sayang adik beradik saya. Ayah dan emak tetap ayah emak dunia dan akhirat.


Walaupun ayah menyambut dingin suara saya, saya hantarkan buku-buku Yangsesuai menerangkan tentang Islam.

7 tahun saya telefon. 7 tahun saya hantar surat dan buku-buku. Saya menangis kerana rindukan ayah,emak dan

adik beradik. Akhirnya, sewaktu saya di Maahad Tahfiz, bagaikan halilintar saya mendapat berita…… .. Ayah

saya menganut Agama Islam.
Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu. Saya menangis dan menangis. Saya ambil wuduk dan sujud syukur.

Air mata saya menjadi terlalu murah….saya terus menangis…saya pejamkan mata…saya bayangkan ayah

dihadapan… saya peluk erat tubuh ayah dan kami menangis bersama….. …Ya Allah betapa agungnya

kekuasaanMu. …

Peristiwa yang saya alami sewaktu memeluk Islam turut dirasai oleh ayah saya. Dia dihalau dari rumah yang diberi

oleh pihak gereja. Kini saya pendakwah bebas. Saya sedih melihat umat Islam hari ini berpecah.Kita berpecah

kerana kita meninggalkan Quran dan sunnah Rasul. Kita ambil sebahagian dan kita tinggalkansebahagian.
Kita ambil contah pelaksanaan hokum Hudud dan Qisas. Mengapa kita cari jalan nak menentang pelaksanaanya.

Sepatutnya kita cari jalan supaya dapat dilaksanakan. Inilah sikap umat Islam. Saya pernah berdialog dengan

beberapa orang pensyarah university tentang isu Hudud & Qisas.Dia boleh sergah saya,”You apa tahu… Islam

pun baru setahun jagung…..”
Saya sedih dengan sergahan pensyarah itu. Kalau ini sikap pendakwah Saya tak akan masuk Islam. Tapi saya

pilih slam kerana saya tahu Apa itu Islam. kerana itu saya ajak menghayati Islam.Saya kumpulkan semula

kawan-kawan masa Kristian dulu. Saya berdialog tentang Islam. Saya kumpulkan derma untuk tujuan dakwah

ini,untuk bergerak perlukan wang. Saya diancam oleh puak Kristian. saya juga diancam oleh umat Islam.


Apa tauliah awak ,mana kebenaran Jabatan Agama,mana permit polis,sapabenarkan pungut derma dll. Saya tak

gentar berdialog dengan puak Kristian,kerana saya ada pengalaman tapi sukarnya bila Umat Islam sendiri

menyulitkan saya.
Marilah kita awasi dakyah Kristian. Satu usaha yang agak ketara ialah Di IPT. Pendakyah ini mendekati kaum

muslimah,pura- pura nak belajar Islam….jatuh cinta…lalu dimurtadkan. ..ada yang pura-pura masuk Islam….dan

dimurtadkan.


Saya sudah pergi banyak IPT. Saya paling bimbang di Universiti Putra Malaysia . Itulah satu-satunya Universiti

yang ada gereja. Gereja ini antara yang aktif untuk memurtadkan orang Islam. Saya nak nasihatkan kalau ada

saudara kita terminum ‘Holly Water’.



Sebenarnya air ini dibuat di Vatican City . Dijampi oleh paderi Termasuk Pope John Paul yang jemput Perdana

Menteri kita dulu. Kalau terminum, cari air kolah dari 3 masjid. Baca Al-Fatihah 1x, Yasin 1x, 3 qul 1x, dan

selawat. Ambil sebahagian buat minum dan sebahagian buat mandi.InsyaAllah mereka akan sedar dan

dapatdiselamatkan. insyaAllah.

http://lurvesayangcintakasihapesume2.blogspot.com/2011/06/kisah-mencari-sinar-islam.html.....

SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs

Selasa, 14 Jun 2011

setiap 1000 : 999 ke neraka, 1 saja ke syurga.

setiap 1000 : 999 ke neraka, 1 saja ke syurga.


Dalam lautan manusia yang berbondong-bondong di Yaumil Mahsyar. Sejak Adam sehingga manusia terakhir, nanti akan ada manusia yang meminta agar dikembalikan ke Malaysia untuk beramal. Tetapi masa itu sudah lewat. Bumi Malaysia telah hancur lebur. Hilang bagai puing-puing. Terpelanting. Tika bumi dikiamatkan, segala-galanya tiada. Takhta, kekuasaan, tidak ada lagi dalam sebutan. Yang ada hanyalah penantian yang panjang.

Harta dan anak pinak, semuanya tidak boleh menolong. Semuanya sibuk dengan urusan peribadi. Semuanya menunggu ulang tayang video hidup tika di atas bumi, entah berapa ribuan tahun menenati di padang pengadilan.

Usahlah menanti untuk kembali ke bumi asalmu. Itu menjadi mimpi di siang hari. Hari-hari sesudah Mahsyar, tanpa penghujungannya. Syurga dan neraka itu ada bezanya.

1. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yg lain.. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yg tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

2. Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya

"Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?" Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya "Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".
Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

3. Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi..

4. Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yg kembang membesar dari biji benih.

5. Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

6. Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

7. Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

8. Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Ta'ala. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

9. Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

10. Terdapat satu kolam kepunyaan Nabi Muhammad s.a.w. bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

11. Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

1. Pemimpin yang adil.

2. Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

3. Lelaki yang terikat hatinya dgn masjid.

4. Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

5. Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah".

6. Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

7. Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

12. Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Ta'ala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah saw. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

13. Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad s.a.w. ke hadrat Allah Ta'ala. Lalu diperkenankan doa baginda..

14. Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga `Arasy itu tiba dibumi.

15. `Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah.. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

16. Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari `Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

17. Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & `Atid / Kiraman Katibin.

18. Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing-masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

19. Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad s.a.w., dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

20. Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

21. Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

22. Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

23. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

24. Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata-kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

25. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat..

26. Syafaat Nabi Muhammad s.a..w. di akhirat :

a. Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

b. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

c. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah Ta'ala.

27. Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

28. Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya. .

29. Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

30. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka


Read more: http://belogfadah.blogspot.com/2011/04/keagamaan-setiap-1-ribu-999-ke-neraka.html#ixzz1P8PJ8eyB

SUMBER:
BY:Nik Fadhilah
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Doc




Khamis, 9 Jun 2011

Masyallah...ada jugak yg mcm ini....JANGAN JUAL AYATKU DENGAN HARGA YG MURAH......


ni kisah benar yang pernah berlaku di sebuah kampong di Negeri Sembilan.Di ceritakan oleh seorang sahabat.

Di kampong yang terpencil itu ada sebuah Surau.Ahli ahli AJK Surau begitu aktif dalam menjalankan tugas masing masing hingga makmur lah Surau itu.Berbagai bagai program agama diadakan tetapi hanya di peringkat setempat.Kalau panggil penceramah pun ustaz setempat.Untuk menggalakan lagi minat orang kampung untuk datang ke Surau maka AJK mengatur untuk memanggil penceramah dari luar pula.Kali ini seorang penceramah yang terkenal yang selalu keluar di kaca TV dengan program motivasinya.Mereka jangka kali ini program ini tentu akan mendapat sambutan hangat dari orang kampung dan kampung di sekelilingnya.Penceramah yang dimaksudkan di hubungi maka dia bersetuju menerima jemputan AJK.Hari dan masa pun di tetapkan.Confirmed jadi!

Masanya pun tiba, ceramah tersebut di jadualkan beri ceramah lepas solat maghrib.Memang di jangka, begitu ramai orang kampong dan luar kampong datang untuk mendengar ceramah dari penceramah yang terkenal itu.Yang selalu keluar kat TV tu…….Waktu sudah hampir jam 8 malam.Kelibat Penceramah tersebut tidak kelihatan pun.Pengerusi Surau dan AJK gelisah apatah lagi para jemaah yang hadir.Pengerusi cuba mendapatkan kepastian dan menghubungi penceramah yang di tunggu tunggu itu melalui talipon bimbitnya.



Penceramah Agama Komersial

Dialog Pengerusi Surau dengan Wakil Penceramah:
Ring……ring……ring

Pengerusi : Assallamu’alaikum boleh saya cakap dengan Ustaz xxxxxxx

Yang menjawab : Wa’alaikum salam, Ustad sedang beri ceramah ni…..saya pembantunya.Boleh saya tolong?

Pengerusi :Aaaa……Sedang beri ceramah…….?? kan sepatutnya malam ini dia beri ceramah di tempat kami di sini?

Pembantu Ustaz :eh….tidak ada dalam jadual pun? Kalau ikut jadual dia memang berceramah di sini, mungkin tuan tersilap hari kot?

Pengerusi :tak silap sepatutnya malam ini lepas solat maghrib ustad kena beri ceramah di tempat kami ………dah di confirmed oleh Ustad sendiri waktu saya hubungi dia tempoh hari………

Pembantu Ustaz :Tak ada pulak di nyatakan Ustad…….Biasanya kalau dah comfirmed tentu di jadualkan dan ustad tak pernah mungkir janji………..masa buat “confirmation” ada Ustad nyatakan tentang duit deposit?

Pengerusi : Duit deposit…….duit deposit apa….?????

Pembantu Ustaz : duit deposit………..tiap tiap ceramah oleh Ustad kena bayar Rm 2000 sejam, jadi kalau booking kena lah bayar deposit dulu baru ustad pergi…….

Pengerusi : Ya ke……??????……..tak tahu pun kena bayar sampai begitu banyak…….biasa kami hanya beri sagu hati saja kepada penceramah.Tak apalah kalau begitu, lagipun Surau kami tak mampu pun nak bayar begitu banyak.Assallamu”alaikum.

Pembantu Ustaz : Wa’alaikum salam…………



Dalam era dakwah hari ini, terdapat ramai orang orang yang
mengambil kesempatan mencari duit dengan dakwah.Golongan ini tahu masyarakat sudah ingin dengan Islam dan masyarakat sanggup bayar duit kepada pendakwah.Maka golongan ini pun terus menawarkan diri untuk menyampaikan Islam dan meletakkan harga tertentu untuk setiap kali dia berdakwah.Kalaulah di setengah tempat orang orang di situ tidak sanggup membayar harga yang ditetapkan, maka tidak jadilah ia berdakwah. Inilah orang yang telah memperniagakan ayat Allah dengan harga yang murah. Bukannya dia tidak tahu bahawa kerja dakwah itu perintah Allah. Siapa melakukan atas dasar taat pada Allah jadilah dakwah itu ibadah. Dan ganjarannya di sisi Allah besar sekali. Tapi ada orang menggunakan perintah Allah ini untuk mencari keuntungan duniawi yang sedikit. Maka akhirat dia tidak akan dapat apa apa lagi melainkan api neraka.

Hal yang sama berlaku juga pada orang orang yang ada ilmu dan boleh mengajarkan ilmu.Tapi usaha suci itu telah dijadikan modal untuk cari makan. Bukan dijadikan sembah bakti pada Allah yang telah menghidupkannya. Tidak dimaksudkan langsung ilmunya itu untuk mendidik manusia agar menjadi hamba Allah yang baik. Tapi ilmu itu dijadikan bahan kerja cari makan. Kalaulah kerja mengajar itu diberi gaji, pasti dia berhenti kerja, untuk cari kerja lain untuk semata mata dapat duit. Walhal mengajar adalah perintah Allah. Kalau dibuat kerana Allah, maka syurgalah ganjarannya. Tapi ahli ahli ilmu hari ini menyeleweng usaha suci ini dan mereka adalah termasuk dalam gologan orang orang yang menjual ayat Allah dengan harga yang murah.

Allah berfirman yang terjemahannya:

” Dan janganlah kamu menukar ayat ayat Ku dengan harga yang murah.Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang orang kafir.” (Surah Al Maidah:44]


SUMBER:
SOMEONE
CintaAllahCintaAbadi@group/DOCS


Rabu, 8 Jun 2011

TANPA TAJUK I



Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??

Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...

Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)

" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...

" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist)

SUMBER:
Kamikaze Zaikuzai
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP

12 azab tinggalkan sembahyang


Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda : "Barangsiapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah s.w.t. akan mengenakan 12 tindakan yang merbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :-
· Allah s.w.t. akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.
· Allah s.w.t. mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya.
· Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :
· Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
· Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
· Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.

Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :-
· Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan.
· Kuburnya akan menjadi cukup gelap.
· Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :
· Hisab ke atasnya menjadi sangat berat.
· Allah s.w.t. sangat murka kepadanya.
· Allah s.w.t. akan menyiksanya dengan api neraka.


SUMBER:
Ridhwan Mohd Tahir
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP

Isteri yg ingin di Madu bagaikan MADU........


Isteri yg ingin di Madu bagaikan MADU........
Ramai juga kaum wanita hari ini berjaya melayani suaminya dengan baik tapi bila saja suami sebut hendak kahwin seorang lagi dia mula tarik muka empat belas, hempas itu, hempas ini malah boleh jadi perang besar. inilah yang dinamakan cinta nafsu. Dia mahu dia seorang sahaja menguasai kasih sayang suami. Padanya bermadu itu suatu yang hina dan tidak mengapa kalau si suami memiliki perempuan simpanan walau sebanyak manapun.

Seorang isteri yang bertaqwa, dia tidak peduli samada hidupnya terpaksa bermadu dua, tiga atau empat sekalipun sebab itu bukan urusannya malah sebuah ketentuan dari Tuhan untuk menguji sejauh mana keikhlasannya melayani suami. Dia tidak akan ambil kisah sekiranya suaminya mengecilkan hatinya malah di hati kecilnya akan sering berkata, “Ini tugas aku dengan Allah, aku mesti laksanakan”. Akhirnya tidak timbul perkelahian bila bermadu bila setiap isteri telah faham dengan kedudukannya.

Hanya isteri solehah saja yang gembira bila dimadukan sebab suaminya telah menyelamatkan seorang lagi hamba Allah bila dikahwinkan. Bila seseorang itu telah berkahwin, InsyaAllah sembahyangnya akan lebih khusyuk kerana sebagagian dari agamanya telah diselamatkan. Di samping itu berkahwin juga boleh melembutkan hati dan menenangkan fikiran.

Untuk mencapai makam isteri yang solehah dan bertaqwa bukanlah semudah yang diucapkan. Kita mesti berusaha untuk mengikis sebanyak mungkin mazmumah yang terdapat dalam diri dan selalu berharap kepada Allah supaya dimasukkan sifat-sifat mahmudah dan dibantu ketika sedang bermujahadah di dalam menghadapi berbagai ujian.

Pecahkan hati dengan banyak menangis, bukan menangis kerana sayangkan harta dunia, takut dimadu dan sebagainya tetapi menangislah kerana takutkan azab Allah yang sangat pedih dan selalulah berindu-rindu untuk melihat wajah Allah. Sesiapa yang merindui Allah, Allah juga akan merinduinya dan Rasullah akan memberi syafaat kepada sesiapa yang merinduinya dan mereka akan bersama-samanya di dalam syurga kelak.

Banyakkan berselawat kepada baginda. Hanya baginda saja yang diberi keistimewaan untuk mengenali umat-umatnya sedangkan nabi-nabi lain gagal berbuat demikian. Berkat umat-umatnya yang bersungguh-sungguh menjaga tujuh anggota lahirnya (mata, telinga, perut, kemaluan, mulut, kaki dan tangan) dari berbuat maksiat dan mengamalkan sungguh-sungguh lima hukum (wajib, sunat, makruh, halal dan haram) yang telah Allah tetapkan. Hanya mereka-mereka ini sajalah yang akan bercahaya-cahaya di Padang Mahsyar kelak dan dipimpin oleh Rasulullah untuk menuju ke syurga.


SUMBER:
Mohamad Fadzlanshah
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Doc

Al-Imam Ja'far Ash-Shadiq rahimahullah berwasiat kepada putranya


Al-Imam Ja'far Ash-Shadiq rahimahullah berwasiat kepada putranya, Musa. Beliau rahimahullah
berkata:

Wahai anakku, barangsiapa merasa cukup dengan apa yang menjadi bagiannya maka dia akan menjadi kaya dan barangsiapa memanjangkan pandangannya kepada apa yang ada di tangan orang lain niscaya dia akan mati dalam keadaan miskin. Barangsiapa yang tidak ridha dengan apa yang diberikan untuknya berarti telah mencacati Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam ketetapan takdir-Nya.

Barangsiapa menganggap kecil ketergelinciran orang lain maka menjadi besarlah ketergelinciran
dirinya. Barangsiapa menyibak tabir (aib) orang lain maka akan tersibak pula aurat (aib)nya. Barangsiapa menghunuskan pedang pemberontakan maka akan terbunuh karenanya. Barangsiapa menggali sumur (lubang) bagi saudaranya maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjerumuskan dirinya ke dalamnya. Barangsiapa masuk (bercampur) dengan orang-orang bodoh niscaya akan terhina. Dan barangsiapa bergaul dengan para ulama maka dia akan dimuliakan dengannya. Barangsiapa memasuki tempat-tempat kejelekan maka dia akan tertuduh (dengan kejelekan pula).

Wahai anakku, waspadalah, jangan sampai engkau menganggap remeh orang lain, sehingga engkau pun menjadi hina karenanya. Waspadalah, jangan engkau menggeluti perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi dirimu, sehingga engkau pun menjadi hina karenanya.

Wahai anakku, katakanlah yang haq (benar) dalam keadaan menguntungkan ataupun merugikanmu niscaya engkau memiliki kedudukan tersendiri di antara teman-temanmu. Jadilah engkau seorang yang gemar membaca dan mengikuti Al-Qur'an, seorang yang gigih menyebarkan agama Islam, seorang yang selalu memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, seorang yang menyambung tali persaudaraan dengan orang yang memutus hubungan rahim denganmu. Jadilah engkau sebagai orang yang selalu memulai dalam menyapa orang-orang yang mendiamkanmu dan memberi kepada orang yang meminta kepadamu.

Wahai anakku, jauhilah namimah (perbuatan mengadu domba). Sungguh namimah itu akan menanamkan permusuhan di dalam hati-hati (manusia). Dan hati-hatilah dari membongkar aib manusia. Karena kedudukan seseorang yang membongkar aib-aib manusia berada pada posisi sasaran bidik (sewaktu-waktu akan balik dibongkar aibnya). Apabila engkau mencari kebaikan maka wajib bagimu mengambil dari sumbernya. Sesungguhnya kebaikan itu memiliki asal dan pada asal itu terdapat pokok-pokok dan pada pokok-pokok itu terdapat cabang-cabang, dan pada cabang-cabang itu terdapat buah, serta tidaklah buah itu menjadi matang (dengan baik) kecuali pada tangkainya, dan tidaklah ada tangkainya kecuali ada pokoknya dan tidak ada pokok melainkan dengan adanya asal (bibit) yang baik.

Kunjungilah orang-orang yang baik dan jangan mengunjungi orang-orang yang jelek (jahat). Karena
orang-orang yang jelek itu ibarat gurun pasir yang tidak dapat memancarkan air, atau ibarat pohon yang tidak menghijau daunnya, atau ibarat tanah yang tidak dapat menumbuhkan rerumputan.

(Al-Imam Ja'far Ash-Shadiq, halaman 27-29, karya Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Abdillah Ad-Darwis, hakim pada Mahkamah Al-Kubra di Qathif)

SUMBER:
Mohd Azhari
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP

DAKWAH TERHADAP KAMPUNG ATAU DAERAH SEKITARNYA


Allah SWT berfirman : “dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya”. (QS Al-An’am 92).

Sesudah itu Allah SWT. menjelaskan bahwa Alquran itu adalah kitab yang bernilai tinggi, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. penutup para Rasul. Kitab itu turun dari Allah seperti halnya Taurat yang diturunkan kepada Musa a.s. Hanya saja Alquran itu mempunyai nilai-nilai yang lebih sempurna karena Alquran itu berlaku abadi untuk sepanjang masa. Alquran itu di samping sebagai petunjuk juga sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dalam urusan tauhid, melenyapkan kemusyrikan dan mengandung ajaran-ajaran pokok hukum syarak yang abadi yang tidak berubah ubah sepanjang masa.

Juga sebagai pegangan bagi Rasulullah saw. untuk memperingatkan umatnya, baik yang berada di Mekah atau di sekitar kota Mekah, ialah orang-orang yang berada di seluruh penjuru bumi ini. Dimaksud dengan orang-orang yang berada di sekitar kota Mekah, ialah orang-orang yang berada di seluruh penjuru bumi, sesuai dengan pemahaman bahasa dan pengertian ini ditegaskan sendiri oleh Allah SWT : “Alquran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Alquran (kepadanya). (Q.S Al An’am 19)

Juga firman Allah SWT : Katakanlah, “Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. (Q.S Al A’raf 158)

Dan sabda Nabi SAW : Semua nabi itu diutus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia. (HR Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah (Sahih Bukhari jilid 1, 70)

Dalam pada itu Allah SWT. menjelaskan bahwa orang-orang yang percaya akan terjadinya hari kiamat dan kehidupan di akhirat, sudah pasti mereka percaya kepada Alquran, karena orang-orang yang percaya kepada kehidupan akhirat itu percaya pula akan akibat yang diterima pada hari itu. Itulah sebabnya maka mereka selalu mencari petunjuk-petunjuk yang dapat menyelamatkan diri mereka di akhirat kelak. Petunjuk-petunjuk itu terdapat dalam Alquran, maka mereka tentu akan mempercayai Alquran itu, percaya pada Rasulullah saw. yang menerima kitab itu dan taat kepada perintah-Nya, melaksanakan salat pada waktunya secara terus menerus.

Disebutkan salat dalam ayat ini, karena salat itu adalah tiang agama dan pokok dari semua ibadah. Orang yang melaksanakan salat dengan sebaik-baiknya adalah pertanda bahwa orang itu suka melaksanakan ibadah lainnya serta dapat mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak melakukan larangan larangan Allah.

Dalam ayat ini terdapat sindiran yang tegas yaitu adanya keingkaran penduduk Mekah dan manusia-manusia yang mempunyai sikap seperti mereka kepada Alquran dan menjelaskan bahwa mereka tidak mau menerima agama Islam dan kerasulan Muhammad saw. adalah karena mereka tidak percaya kepada kehidupan akhirat. Mereka merasa bahwa kehidupan hanya terjadi di dunia saja.
SUMBER:
Ashraf Iskandar
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP








DAKWAH TERHADAP KAUM KERABAT DAN TETANGGA DEKAT


Allah SWT berfirman : “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. (QS Asy Syu’ara’ 214).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya, lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya, “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab, “Iya.” Beliau melanjutkan, “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata, “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Abbas r.huma menceritakan, “Ketika Allah SWT. Menurun ayat : Berilah peringatan kepada kaum keluargamu yang dekat.” (QS Asy Syu’ara’ 214).

Maka Nabi SAW naik ke bukit Shafa dan berseru, “Hai manusia, Maka orang-orang pun berkumpul (menyambut seruan) beliau, ada yang datang sendiri dan ada yang mengutus wakil-wakilnya. Lalu Rasulullah SAW menyeru, “Wahai Bani Abdil Muthalib, wahai Bani Fihir, wahai Bani anu, Bani anu..! Bagaimana menurut kalian seandainya aku beritahukan pada kalian bahwa di balik bukit ini ada pasukan musuh berkuda yang siap menyerang kalian, apakah kalian mempercayai ucapku?” Mereka menjawab, “Ya, (kami percaya).” Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan bagi kalian akan azab yang pedih.” Mendengar hal itu, Abu Lahab langsung berkata, “Celakalah kamu sepanjang hari ini, apakah kamu mengundang kami semua hanya untuk ini?” (Sebagai jawaban atas celaan Abu Lahab ini), maka Allah ‘Azza wajalla menurunkan ayat :

“Celaka kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia.” (QS. Al Lahab ayat 1) (Hr. Ahmad V/17)
SUMBER:
Ashraf Iskandar
Umat Muhammad Umat Dakwah/POST IN GROUP













Selasa, 7 Jun 2011

APA YANG DIDAPAT WANITA DI SYURGA?


Pria mendapatkan Bidadari di Surga, wanita mendapatkan apa ?

Pertanyaan:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: "Pria mendapatkan istri-istri bidadari di Surga, lalu wanita mendapatkan apa?

Jawaban:

Para wanita akan mendapatkan pria ahli Surga, dan pria ahli Surga lebih afdhal dari pada bidadari. Pria yang paling baik ada di antara pria ahli Surga. Dengan demikian, bagian wanita di Surga bisa jadi lebih besar dan lebih banyak daripada bagian pria, dalam masalah pernikahan. Karena wanita di dunia juga (bersuami) mereka mempunyai beberapa suami di Surga. Bila wanita mempunyai 2 suami, ia diberi pilihan untuk memilih di antara keduanya, dan ia akan memilih yang paling baik dari keduanya

(Fatawa wa Durusul Haramil Makki, Syaikh Ibn Utsaimin 1/132, yang dinukil dalam Al-Fatawa Al-Jami'ah lil Mar'atil Muslimah, edisi bahasa Indonesia "Fatwa-fatwa tentang wanita 3" cetakan Darul Haq)

Pertanyaan:

Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya: "Ketika saya membaca Al-Qur'an, saya mendapati banyak ayat-ayat yang memberi kabar gembira bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dari kaum laki-laki, dengan balasan bidadari yang cantik sekali. Adakah wanita mendapatkan ganti dari suaminya di akhirat, karena penjelasan tentang kenikmatan Surga senantiasa ditujukan kepada lelaki mukmin. Apakah wanita yang beriman kenimatannya lebih sedikit daripada lelaki mukmin?

Jawaban:

Tidak bisa disangsikan bahwa kenikmatan Surga sifatnya umum untuk laki-laki dan perempuan. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan" (Ali-Imran: 195).

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik" (An-Nahl: 97).

"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun" (An-Nisa': 124).

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar"(Al-Ahzab: 35).

Allah telah menyebutkan bahwa mereka akan masuk Surga dalam firman-Nya: "Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan" (Yasin: 56).

"Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan istri-istri kamu digembirakan"(Az-Zukhruf: 70).

Allah menyebutkan bahwa wanita akan diciptakan ulang. “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan" (Al-Waqi'ah: 35-36).

Maksudnya mengulangi penciptaan wanita-wanita tua dan menjadikan mereka perawan kembali, yang tua kembali muda. Telah disebutkan dalam suatu hadits bahwa wanita dunia mempunyai kelebihan atas bidadari karena ibadah dan ketaatan mereka. Para wanita yang beriman masuk Surga sebagaimana kaum lelaki. Jika wanita pernah menikah beberapa kali, dan ia masuk Surga bersama mereka, ia diberi hak untuk memilih salah satu di antara mereka, maka ia memilih yang paling bagus diantara mereka.

Rujukan:
Fatawal Mar'ah 1/13 yang dinukil dalam Al-Fatawa Al-Jami'ah lil Mar'atil Muslimah, edisi bahasa Indonesia "Fatwa-fatwa tentang wanita 3" cetakan Darul Haq Sumber: http://www.fatwaulama.com/





SUMBER:
BY:Ahmad Sholihin
CintaAllahCintaAbadi@groups/DOCS

KATA-KATA PERINGATAN BUAT SAUDARA SAUDARI!!


8 PERKARA BAGI PERHIASAN 8 PERKARA

Abu Bakar r.a teah berkata maksudnya 8 perkara merupakan perhiasan bagi 8 perkara iaitu:~

1)Tidak meminta-minta adalah hiasan fakir.
2)Meninggalkan perbuatan menggungkit-gungkit pemberian adalah perhiasan amalan baik.
3)Sabar adalah hiasan bala.
4)Merendahkan diri /tawaduk adalah hiasan mereka yang menuntut ilmu.
5)Lambat marah adalah hiasan ilmu.
6)Banyak menangis adalah hiasan takut.
7)yukur adalah hiasan nikmat.
8)khusyuk adalah hiasan solat.

Diam:~
1)Diam itu perhiasan orang alim dan penutup orang bodoh.
2)”Keselamatan itu ada 10 bahagian yang 9 di waktu diam dan yang ke 10 di waktu menjauhi orang banyak.
3)”Betapa banyaknya perkataan yang menghilangkan nikmat dan betapa banyak perkataan yang mendatangkan bencana”.

10 HUkuman Bagi Orang Yang Banyak Ketawa:~

1. Mati hatinya.
2. Hilang Air mukanya (malu dan kemuliaan).
3. Digemari syaitan akannya.
4. Dimurkai Allah.
...5. Disoal padanya pada hari kiamat.
6. Dipalingkan oleh Nabi Muhammad s.a.w pada hari kiamat.
7. Dikutuk para malaikat.
8. Dibenci oleh semua penghuni langit dan bumi.
9. Lupa pada segala-galanya.
10.Terbuka aibnya pada hari kiamat.

Abul Laits berkata: “Awaslah kamu dari tertawa bergelak kerana mengandungi lapan bahaya iaitu:~

1) Tercela oleh ulama dan orang yang sopan sempurna akal.
2) Memberanikan orang bodoh kepadanya.
3) Jika engkau bodoh nescaya bertambah kebodohanmu dan bila engkau alim berkurang ilmumu sebab ada riwayat: Seorang alim jika tertawa bererti telah memuntahkan ilmunya.
4) Melupakan dosa-dosa yang lampau.
5) Memberanikan berbuat dosa dimasa mendatang sebab bila tertawa gelak membekukan hatimu.
6) Melupakan mati dan akhirat.
7) Engkau menanggung dosa orang yang tertawa kerana tertawamu.
8) Tertawa gelak-gelak itu menyebabkan banyak menangis diakhirat.


SUMBER:
BY:Syeikh Mohd Sulhi Al-Kulimi
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP

KISAH MUS'AB BIN UMAIR..


MUS’AB BIN UMAIR : Pemuda Dakwah
Mus’ab bin Umair adalah sahabat Rasulullah S.A.W. yang sangat berjasa dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman. Sebelum memeluk Islam, dia berperawakan lemah lembut, suka berpakaian kemas, mahal dan indah. Malah dia selalu bersaing dengan kawan-kawannya untuk berpakaian sedemikian. Keadaan dirinya yang mewah dan rupanya yang kacak menyebabkan Mus’ab menjadi kegilaan gadis di Makkah. Mereka sentiasa berangan-angan untuk menjadi isterinya.
Mus’ab sebenarnya adalah anak yang paling disayangi ibunya berbanding adik beradiknya yang lain. Apa sahaja permintaannya tidak pernah ditolak. Oleh itu tidaklah menghairankan apabila ibunya begitu marah selepas mendapat tahu Mus’ab telah menganut Islam. Ibunya telah mengurung dan menyeksa Mus’ab selama beberapa hari dengan harapan dia akan meninggalkan Islam. Bagaimanapun tindakan itu tidak sedikit pun melemahkan keyakinannya. Pujukan dan ancaman ibunya tidak berkesan. Mereka sudah habis ikhtiar lalu membebaskannya buat sementara.
Tindakan ibunya tidak sedikit pun menimbulkan rasa takut pada Mus’ab, sebaliknya dia tidak jemu-jemu memujuk ibunya memeluk Islam kerana kasih pada ibunya. Mus’ab membuat pelbagai ikhtiar tetapi semua tindakannya hanya menambahkan lagi kemarahan dan kebencian ibunya.
Pada suatu hari Mus’ab melihat ibunya dalam keadaan pucat lesu. Dia pun bertanyakan sebabnya. Kata ibunya, dia telah berniat di hadapan berhala bahawa dia tidak akan makan dan minum sehingga Mus’ab meninggalkan Islamnya. Cuba bayangkan bagaimana jika anda berada di tempat Mus’ab ketika itu, berhadapan dengan ibu yang hanya hampir tinggal nyawa ikan? Apakah jawapan anda?
Tergamakkah anda membiarkannya terlantar begitu? Atau apakah ada jawapan lain yang lebih menggembirakan? Dengarlah jawapan Mus’ab kepada ibunya: “Andaikata ibu mempunyai seratus nyawa sekalipun, dan nyawa ibu keluar satu demi satu, nescaya saya tetap tidak akan meninggalkan Islam sama sekali”.
Apa lagi, lemahlah siibu mendengar jawapan sianak. Dengan jawapan tersebut juga, Mus’ab dihalau daripada rumah ibunya. Tinggallah Mus’ab bersama-sama Rasulullah dan sahabat-sahabat yang sangat daif ketika itu. Untuk meneruskan kehidupannya, Mus’ab berusaha sendiri bekerja mencari nafkah dengan menjual kayu api. Apabila sampai berita ini kepada ibunya, dia merasa amat marah dan malu kerana kebangsawanannya telah dicemari oleh sikap Mus’ab. Adik-beradik Mus’ab juga sering menemui dan memujuknya supaya kembali menyembah berhala. Tetapi Mus’ab tetap mempertahankan keimanannya.
Sewaktu ancaman dan seksaan kaum Quraisy ke atas kaum Muslim menjadi-jadi,
Rasulullah telah mengarahkan supaya sebahagian sahabat berhijrah ke Habysah. Mus’ab turut bersama-sama rombongan tersebut. Sekembalinya dari Habsyah, keadaan beliau semakin berubah. Kurus kering dan berpakaian compang-camping lantaran penyiksaan Quraisy ke atasnya. Keadaan itu menimbulkan rasa sedih di dalam hati Rasulullah. Kata-kata Rasulullah mengenai Mus’ab sering disebut-sebut oleh sahabat:
“Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu saya melihat Mus’ab seorang pemuda yang hidup mewah di
tengah-tengah ayah bondanya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itu
semua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.
Apabila ibu Mus’ab mendapat tahu mengenai kepulangannya, dia memujuk anaknya supaya kembali kepada berhala. Dia mengutuskan adik Mus’ab yang bernama Al-Rum untuk memujuknya. Namun Mus’ab tetap dengan pendiriannya. Bagaimanapun tanpa pengetahuan ibunya, Al-Rum juga sudah memeluk Islam tetapi dia merahsiakannya. Mus’ab, adalah orang pertama diutus oleh Nabi ke Madinah untuk berdakwah. Hasil dakwahnya, pada tahun tersebut 12 orang Madinah Masuk Islam dan bertemu dengan Nabi di Musim Haji untuk mengikat janji setia dengan Nabi(Perjanjian A’qabah 1). Pada tahun berikutnya 70 lagi orang Madinah masuk Islam dan datang ke Mekah di musim Haji untuk berjanji setia dengan Nabi(Perjanjian A’qabah 2).Kejayaan cemerlangnya inilah, pembuka jalan
kepada Nabi dan para sahabat untuk berhijrah ke Madinah.
Sewaktu berlaku peperangan Uhud, Mus’ab ditugaskan memegang bendera-bendera Islam. Peringkat kedua peperangan telah menyebabkan kekalahan di pihak tentera Muslimin. Tetapi Mus’ab tetap tidak berganjak dari tempatnya dan menyeru: Muhammad adalah Rasul, dan sebelumnya telah banyak diutuskan rasul.
Ketika itu, seorang tentera berkuda Quraisy, Ibn Qamiah menyerbu ke arah Mus’ab dan menetak tangan kanannya yang memegang bendera Islam. Mus’ab menyambut bendera itu dengan tangan kirinya sambil mengulang-ulang laungan tadi. Laungan itu menyebabkan Ibn Qamiah bertambah marah dan menetak tangan kirinya pula. Mus’ab terus menyambut dan memeluk bendera itu dengan kedua-dua lengannya yang kudung. Akhirnya Ibn Qamiah menikamnya dengan tombak. Maka gugurlah Mus’ab sebagai syuhada’ Uhud.
Al-Rum, Amir ibn Rabiah dan Suwaibit ibn Sad telah berusaha mendapatkan bendera tersebut daripada jatuh ke bumi. Al- Rum telah berjaya merebutnya dan menyaksikan sendiri syahidnya Mus’ab. Al- Rum tidak dapat lagi menahan kesedihan melihat kesyahidan abangnya. Tangisannya memenuhi sekitar bukit Uhud. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jenazahnya. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air mata baginda. Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur:
Apabila ditarik kainnya ke atas, bahagian kakinya terbuka. Apabila ditarik kainnya ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu.
Demikian kisah kekuatan peribadi seorang hamba Allah dalam mempertahankan
kebenaran dan kesucian Islam. Beliau jugalah merupakan pemuda dakwah yang
pertama mengetuk setiap pintu rumah di Madinah sebelum berlakunya hijrah.
Kisahnya mempamerkan usaha dan pengorbanannya yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Semua itu adalah hasil proses tarbiyah yang dilaksanakan oleh Rasulullah.
Mus’ab telah menjadi saksi kepada kita akan ketegasan mempertahankan aqidah yang tidak berbelah bagi terhadap Islam sekalipun teruji antara kasih sayang kepada ibunya dengan keimanan. Mus’ab lebih mengutamakan kehidupan Islam yang serba sederhana berbanding darjat dan kehidupan serba mewah. Dia telah menghabiskan umurnya untuk Islam, meninggalkan kehebatan dunia, berhijrah zahir dan batin untuk mengambil kehebatan ukhrawi yang sejati sebagai bekalan akhirat.


SUMBER:
BY:An Addinlover
CINTA ALLAH CINTA ABADI/POST IN GROUP

janji bertemu di syurga,,,,,


janji bertemu di syurga,,,,,
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata, “Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar.

Si wanita -akhirnya- mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku’.

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, ”Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabb-ku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.” (Yunus: 15). Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.’

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, “Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo’akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”

Dia menjawab, “Sebaik-baik cinta -wahai orang yang bertanya- adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan”.

Pemuda itu bertanya, “Jika demikian, kemanakah kau menuju?”
Dia jawab, “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”
Pemuda itu berkata, “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.”

Dia jawab, “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Ta`ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”



SUMBER:
BY:SOMEONE
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Doc

Isnin, 6 Jun 2011

salah satu kelebihan akhlak Abu Hurairah


salah satu kelebihan akhlak Abu Hurairah. Ia termasuk sahabat
Nabi saw. yang sangat menjaga harga dirinya meski hidup kekurangan. Ia
tidak meminta-minta meski sangat membutuhkan. Berdasar riwayat
Muhammad bin Sirin, ia pernah tergeletak di antara mimbar Nabi saw.
dan kamar Aisyah (di sekitar Masjid Nabawi, Red.). Tiba-tiba ada
seseorang yang melewatinya dan meletakkan kakinya di lehernya. Ia
mengira Abu Hurairah orang gila yang tidur sembarangan. Padahal ia
tergeletak karena lapar (HR. Bukhari).

Setelah Ahli Shuffah tiba dan duduk mengelilingi Nabi saw, kemudian
Nabi saw. berkata, "Wahai Abu Hirr."

"Labbaik ya Rasulullah."

"Ambil susu itu dan bagikan kepada mereka."

Abu Hurairah berkata sendiri, "Aku sangat berharap aku mendapat bagian
dari susu ini. Dan ini bukan berarti aku tidak taat kepad Allah dan
Rasul sama sekali."

Namun Abu Hurairah tetap melaksanakan perintah Nabi saw. Ia memberikan
susu itu secera bergiliran kepada orang-orang Ahli Shuffah. Satu per
satu minum sampai puas, baru kemudian mengembalikan gelasnya kepada
Abu Hurairah. Begitu seterusnya hingga orang terakhir. Dengan izin
Allah, meski diminum banyak orang ternyata susunya tidak habis-habis.

Setelah semua minum, kemudian Nabi saw. mengambil gelas itu. Lalu Nabi
saw. melihat ke arah Abu Hurairah sambil tersenyum.

"Wahai Abu Hirr."

"Labbaik ya Rasulullah."

"Sekarang tinggal aku dan kamu."

"Engkau benar wahai Rasulullah."

"Duduklah dan minumlah."

Maka Abu Hurairah duduk dan meminumnya.

"Minumlah," ucap Nabi saw. lagi. Abu Hurairah pun meminumnya lagi. Dan
Nabi saw. berkali-kali menyuruh Abu Hurairah minum. Abu Hurairah terus
minum hingga akhirnya ia berkata, "Tidak, demi Zat yang mengutusmu
dengan kebenaran! Perut saya tidak muat lagi."

Lantas Nabi saw. bersabda, "Bawa kemari gelas itu." Kemudian, Nabi
saw. memuji Allah, menyebut Asma-Nya dan kemudian meminumnya.


SUMBER:
Okta Iyang
Umat Muhammad Umat Dakwah/GROUP POST

Jumaat, 3 Jun 2011

Matlamat Tidak Menghalalkan Cara


Bismillahirahmannirrahim...

Sesungguhnya mensyukuri nikmat itu sesuatu kewajipan ke atas orang yang beriman.. Manakala kesihatan merupakan antara nikmat terbesar yang di kurniakan Allah kepada seseorang hamba.. Namun kenikmatan itu hanya dapat di ukur oleh orang yang sedang sakit.. Manusia dapat menilai erti kesihatan hanya apabila nikmat tersebut hilang.. Bilamana sakit menimpa, maka sekaligus ia telah melenyapkan kebahagian... Syaitan tidak pernah berasa letih untuk menyesatkan seorang muslim sama ada semasa ia kuat ataupun lemah, sihat ataupun sakit.. Oleh sebab itu, hendaklah kita berjaga jaga terhadap langkah langkah syaitan setiap masa.. Perkara perkara berikut perlu di ambil perhatian semasa sakit..

1) Jangan sampai berburuk sangka terhadap Allah atau berasa kecewa dan berputus asa.. Sebuah hadhis yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad daripada Abu Hurairah r.a, daripada rasulullah saw bersabda yang bermaksud:

" Bahawa Allah berfirman : Aku hanya mengikut sangkaan hamba Ku sahaja.. kalau ia bersangka baik kepada Ku, Aku pun akan berbuat begitu terhadapnya "

Maksud dari hadhis tersebut, apa apa sahaja yang ada dalam persangkaan seseorang hamba, maka begitulah yang Allah lakukan terhadapnya.. Jika hamba bersangka baik terhadap Allah, maka Allah akan memberikan perkara perkara yang baik.. Sebaliknya jika seseorang itu bersangka buruk terhadap dirinya, maka Allah akan menganggap ia sebagai suatu doa, bahkan Allah akan mengabulkan doa doa itu sesuai dengan permintaannya.. Maka sentiasalah menjaga dan meluruskan niat kerana Allah sentiasa mengikut sangkaan kita..

2) sebaik baik jangan lah mengeluh ketika kita sedang sakit atau sedang di timpa musibah

3) Jangan ambil remeh soal menutup aurat ketika terlantar sakit..

4) Jangan berubat dengan unsur atau perkara yang haram sebagaimana hadhis riwayat Abu Daud, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:

" Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dengan ubatnya dan di ciptakan ubat bagi segala penyakit.. Maka berubatlah, tetapi jangan menggunakan yang haram "

Antara perubatan yang perlu di elakkan adalah seperti mendatangi dukun atau ahli sihir.. Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:

"Sesiapa yang mendatangi tukang tilik, lalu mempercayai apa yang di ucapkan, maka ia telah kafir terhadap ajaran yang di turunkan kepada Nabi Muhammad saw"

Sesungguhnya ia merupakan cara yang hina dan sia sia di dunia, dan akhirat nanti ia akan memperoleh kerugian dan kehinaan pula.. Apabila seseorang hamba itu bersabar menahan beratnya penyakit tersebut dan rasa sakit yang hebat, itu lebih baik daripada menempuh cara yang akan mengiringinya ke dalam neraka yang menyala nyala...

Wallahu'alam....


BY
Ibu Nora
Umat Muhammad Umat Dakwah/post in group

sebuah pertemuan..penghujung perpisahan....


pertemuan itu berlangsung tiap detik hidup kita.. sjak lahir.. kita di hadapkan dengan pertemuan.. saat lahir kedunia..pertemuan terjadi.. antara seorang bayi dengan ibu bapa yang amat mengasihinya.. masuk alam persekolahan..kita bakal bertemu dengan sahabat2 handai..dan bermula disini pertemuan yang paling kerap kita rasai… dan penghujungnya psti ada perpisahan..

Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan

Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi

Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
Bernama teman

memetik ungkapan tadi..dari sebuah lagu kesukaanku..sebuah pertemuan nyanyian UNIC..beberapa rangkap kata puitis itu pada ku membawa makna yang tersendiri..ketulusan hati seorang teman.. itu menjadi impian kita.. dan sejenak..aku mengaplikasikan dalam diri.. aku sendiri mengakuinya.. apabila pertemuan ini dihiasi dengan ketulusan..kejujuran.. dan kebahagiaan yang tidak lari dari tali Allah..memori bersama seorang teman itu pasti utuh dalam minda..mahupun hati..dan memori2 itu pasti akan dikenang selepas berlaku perpisahan..

itu fitrah manusia..

besar erti sebuah pertemuan..dan setiap yang terjadi ada hikmah yang kita xketahui.. dan xsemua benda dapat dilihat dengan mata kasar..tetapi lihatlah dengan mata hati… kerana itu mata sebenarnya… lihat saja insan yang Allah duganya dengan buta.. mata hatinya cukup kuat sekalipun mata kasarnya tidak mampu melihat.. cuba anda kenang2 kembali.. apakah tiap2 pertemuan yang berlaku dalam hidup anda membawa erti..membawa hikmah tersirat?… bagiku, istilah pertemuan..perpisahan sememangnya istilah yang terlalu banyak untuk di huraikan.. terlalu banyak untuk diperkatakan.. dan semanis2 pertemuan pada ku adalah bersahabat dengan seseorang yang membawa aku kejalan kebenaran..mengingatkan saat aku alpa..dan membangkitkan saat aku rebah xberdaya..

penghujung perpisahan..

mendengar sebaris ayat ini,kita sudah mampu metafsirkan bahwa perpisahan pasti mengakhiri setiap pertemuan. bukan kah? pertemuan pada hidup adalah mati.. pertemuan bersama sahabat handai juga pasti berakhir dengan perpisahan saat masing2 membawa hala tuju hidup.. itu realitinya yang kita tidak mampu sangkal.. Allah mengaturkannya.. Alam ini ada aturannya..pertemuan lawannya perpisahan.. itu hukum alam…yang kita sebagai manusia xkan mampu menyangkal..apatah lagi menidakkannya..

tiada yang kekal selamanya.. hidup didunia ini hanya sementara dan yang badi ialah akhirat.. dunia hanyalah jambatan menuju alam akhirat.. pertemuan dan perpisahan corak kehidupan.. keindahannya tersembunyi..hikmahnya kadang kala tidak kita sedari…

seandainya perpisahan yg anda sedang hadapi…anda hadapilah dengan tenang..semoga ia menjadi pengorbanan yg Allah redhai menjelang aidiadha ini…

BY
Saifullah Epul
Umat Muhammad Umat Dakwah/post in group


Khamis, 2 Jun 2011

semaikan cinta kita begini


ada sesuatu yang abg nk sampaikan.....
abg nk ckp pada sayang " cinta agung adlah cinta ilahi"
abg nk ckp pada sayang " cinta manusia blh buat sayang alpa"
abg nasihatkan sayang " jgn mencintai abg lbh dari sayang cintakan allah"
abg nasihatkan sayang "jgn mengingatiku lbh dari sayang mengingati yg kuasa"
abg nasihatkan sayang "jgn mendoakanku lbh dr sayang mendoakan kedua ibuayah syng
abg nk bgtaw sayang "dahulukan allah krn disitu ada syurga"
abg nk bgtaw sayang "dahulukan ibuayah sayng krn ditelepak itu syurgasyng"
abg nk ingatkan sayang "abg tpikat pada sayang bkn pada rupa tp pd iman
abg nk ingatkan sayang"abg kasihkan sayang krn satun budi sayng"
abg nk sayang sedar " bila sayang dah mula menagung cinta manusia lbh dr cinta allah
abg nk sayang sedar "tanggungjawab sayang pada keluarga sayang
ABG NK SAYANG SEDAR "ABG MILIK YANG ESA"
abg nk sayang sedar "yg abg sentiasa sayangkan sayang"
abg nk sayang sedar "bila angan2 dah menguasai diri
abg nk sayang sedar "andai abg enggan dirapati krn menjaga batas"
abg nk sayang sabar "bila jarak menjadi penyebab penambah rindu"
abg nk sayang sabar "bila ujian mekanda dalam percintaan kita"
sayang ingat pesan ini" abg tak nak menjadi fitnah besar kpd sayang"
sayang ingat pesan ini "abg tak mahu mjadi punca kegagalan sayang"
sayang juga ingat pesan ini "abg sentiasa berdoa agar allah menjaga sayang jika abg pergi dulu sblm sayang"
abg nk khabar pd sayang "abg tak mahu melekakan sayang"
abg nk khabar pd sayang "abg nk sayang bjaya dalam impian dan cita cita sayang"
abg juga bharap "sayang jadilah penyokong dalam kejayaan abg"
abg nk sayang tau "abg mendambakan cinta suci terjaga"
abg nk sayang tau "CINTA KERANA ALLH tak ternilai harganya"
abg nk sayang tau " hubungan ini akn terjaga selagi sayang menjaga hubungan sayang denagn yang esa'


SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs

kisah seorang Lelaki yg baik hati....



Pada zaman dahulu, ada seorang lelaki yang beriman tinggal bersama dengan isteri dan anak-anaknya. Mereka tinggal dalam sebuah gubuk sederhana. Meskipun mereka jauh dari kilauan dan gemerlap materi, hati mereka dipenuhi dengan kasih sayang.
Pada suatu hari lelaki beriman itu berada dalam kesulitan, sampai-sampai isterinya berkata kepada lelaki itu, “Kini simpanan kita tinggal satu dirham saja.” Lelaki itu mengambil satu dirham tersebut dan pergi kepasar. Dengan uang itu dia akan membeli sedikit makanan. Dalam keadaan bertawakal kepada Allah, dia tiba di pasar. Baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba terdenagar suara gaduh. Seseorang berkata dengan marah, “Engkau harus membayar utangmu. Jika tidak, aku tidak akan membiarkan engkau pergi.”

Lelaki yang berdiri di hadapan orang itu menundukkan kepalanya karena malu. Sang lelaki yang beriman itu mendekati kedua orang yang berselisih itu dan dengan suara yang lembut bertanya, “Baiklah, katakanlah apa yang menyebabkan kalian berselisih paham.” Lelaki yang berhutang berkata, “Lelaki ini telah menjatuhkan harga diriku hanya karena uang satu dirham padahal saat ini aku tidak mampu untuk melunasi utang tersebut.”


Lelaki beriman itu berfikir sebentar dan kemudian, uang satu dirham yang dimilikinya itu diberikannya kepada si penghutang. Akhirnya, terjalinlah persahabatan antara orang itu tadi. Lelaki yang berutang itu mendoakan keselamatan buat lelaki yang beriman itu serta mengucapkan kesyukurannya.Hati lelaki beriman itu dipenuhi rasa gembira karena berhasil menolong orang lain. Lalu diapun pulang ke rumahnya. Di pertengahan jalan dia terpikir, “Sekarang, bagaimana aku harus memberi jawaban kepada isteri

ku? Jika dia memprotes, aku akan membiarkannya karena itu haknya.”
Sesampainya di rumah, dia menceritakan apa yang telah terajdi  Isterinya adalah juga seorang perempuan yang baik dan beriman. Dia tidakmemprotes suaminya, malah berkata, “Engkau telah melakukan sesuatu yang baik hari ini dan engkau telah memelihara harga diri lelaki itu. Allah pasti akan memberi balasan kepadamu. Ambillah tali yang ada di rumah kita ini dan juallah di pasar. Mudah-mudahan, uang tersebut bisa engkau gunakan untuk membeli makanan. Lelaki beriman itu merasa sungguh gembira dengan sikap isterinya tersebut.

Dia kemudian mengambil tali itu dan membawanya ke pasar. Namun,betapapun dia berusaha keras untuk menjual tali itu, tidak ada seorang pun yang ingin membelinya. Dengan rasa putus asa, dia pulang ke rumahnya. Di pertengahan jalan pulang, dia bertemu dengan nelayan penjual ikan yang juga gagal menjual ikannya.

 Lelaki beriman itu menghampirinya dan berkata, “Tidak ada orang yang ingin membeli ikanmu dan tidak juga taliku. Bagaimana menurutmu bila kita berdua saling menukar barang ini?”Si nelayan berpikir dan kemudian berkata, “Aku tidak mempunyai tempat untuk menyimpan ikan ini di rumah. Lebih baik engkau ambillah ikan ini dan sebagai gantinya aku akan menjadi pemilik talimu yang mungkin di satu hari nanti berguna buatku.”
Akhirnya, lelaki beriman itu membawa pulang ikan ke rumahnya. Isterinya dengan gembira segera memasak ikan tersebut. Ketika perut ikan dibelah, dengan penuh takjub dia menemukan sebuah mutiara yang berharga di dalamnya. Ya, suami istri mukmin dan baik hati itu memperoleh harta yang  banyak.

Lelaki itu membawa mutiara ke toko emas untuk dijual dan mutiara itu terjual dengan harga seratus dirham. Lelaki itu dan isterinya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan mereka kekayaan. Mereka pun tidak lupa untuk tetap berbuat baik dengan membagi-bagikan sebagian uang mereka kepada orang-orang miskin lainnya. Lelaki beriman itu berkata kepada isterinya: Allah telah mengaruniakan kepada kita nikmat, kesenangan dan kemewahan. Kini sebagai tanda kesyukuran atas nikmat ini marilah kita membagikan kekayaan yang ada kepada mereka yang memerlukan. Siapakah yang lebih layak dari sang nelayan yang telah bersusah payah menangkap ikan di laut itu?”
Lelaki beriman itu pergi ke pasar dan mencari si nelayan itu. Setelah berusaha keras, akhirnya dia bertemu dengan sang nelayan dan dia pun menceritakan pengalamannya. Dia berkata, “Aku ingin memberi sebagian dari uang ini kepadamu.” Meskipun miskin, nelayan itu adalah seorang lelaki yang baik hati. Dia berkata, “Wahai teman, apa yang engkau dapatkan di dalam perut ikan itu disebabkan karena kebaikanmu dan aku tidak bersedia mengambil apa-apa darimu.”

Lelaki beriman itu menjawab, ”Tuhan telah memberi ilham kepadamu sehinggakan dengan niat baik engkau telah menukar ikan milikmu dengan taliku agar aku dapat mengenyangkan perut isteri dan anak-anakku. Ketahuilah,apa yang ingin aku berikan kepadamu ini adalah hadiah bagi niat baikmuitu. Tuhan menginginkan agar engkaupun menikmati nikmat yang Dia berikan.”

Akhirnya, nelayan tersebut menerima uang itu dan mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kebaikan dan karunia Tuhan. Dengan cara ini, Tuhan telah memberi kemuliaan kepada lelaki beriman dan isterinya itu lewatujian-Nya. Dalam ketiadaan harta, mereka tetap bersabar dan dalam keadaanberkecukupan, mereka mengucapkan bersyukur kepada Allah dan membagi nikmat itu dengan orang lain.  Imam Ja’far Shadiq a.s. berkata: “Barang siapa yang membantu meringankan kesulitan orang mukmin, Tuhan akan memberi kemudahan kepadanya dunia dan akhir


SUMBER:
CINTA ALLAH CINTA ABADI/Docs

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered By Blogger

page counting

 
back to top